2 Desember 2009

…::MARI SINARI INDONESIA::…

MARI BUAT INDONESIA TERSENYUM

INI ADALAH GERAKAN KAWAN

GERAKAN MEMBANGUN INDONESIA

GANESHA BERSINAR!!!

2 Desember 2009

Muncul dan Bergerak

[Puisi yang dibuat di drama yang ditampilkan di dies MTM oleh MTM08]

Sendiri berjalan ku di tepi

Terkungkung pagar tinggi berduri

Di jalan yang sama ku berdiri

Ini sudah beda, dasarnya pun telah beda

embrio yang sama, tidak melulu menghasilkan kesamaan

kita berdeformasi dan berubah mengikuti era Baca terus →

26 November 2009

Hitam Kita Semua

 

Hitamku, hitammu
ketika terjangan ombak sudah mereda
ketika awan hitam sudah menyingkir
dan sahara terobati dengan oase

Hitamku, hitammu
tapi akan selalu ada jalan terjal
badai besar yang siap menyapu
pekat langit yang menakutkan

Kenapa harus ku disana?
kalau citaku tak ubahnya egoku

ini bukan tentang lambang itu
ketika sumpah janji telah terikrar
kala lengan kanan telah terukir kebanggaan

hitammu bukan kegagahanmu
hitammu adalah
ribuan tetes darah pengorbanan
ikatan cincin pengabdian
kobaran api perjuangan

jangan pernah berhenti
pelita harapan di depan telah menanti

basecamp, pukul 23.20 14 November 2009

Untuk Bro & Sis MTM08
armor itu makin kuat dan solid

14 Oktober 2009

Belajar Untuk Konsisten

SUngguh memprihatinkan bahwa bangsa ini ternyata masih diberi cobaan yang besar oleh Allah. Dan sebagai satu saudara (sebagai sesama muslim maupun rakyat Indonesia) membantu sesuai kemampuan adalah termasuk sumbangsih yang besar.Dan puji syukur pada Allah bahwa begitu banyak kepedulian yang ditunjukkan oleh kita semua terhadap saudara kita itu. Baca terus →

14 Oktober 2009

mari bicara tentang sampah…

Sekarang sedang menggebu-gebunya berbicara tentang lingkungan, sampah, limbah, dan pengolahan.

Entah kenapa, mungkin karena pekerjaan saya ke depannya juga mengurus tentang hal itu.

ZERO WASTE EVENT.

thanks buat teman Ganesha Hijau yang menyadarkan arti besar sampah :D

9 Oktober 2009

Saya Bicara Soal Kaderisasi

Dalam menjalani sebuah kehidupan, dibutuhkan visi hidup demi menunjang keberlangsungan masa depan yang lebih baik. Di sisi lain, manusia dengan kelebihan dalam segi mental dan rasionalitasnya semestinya telah mempunyai visi hidupnya masing-masing. Dimana konsep visi hidup yang baik memerlukan suatu bentuk proses yang berkelanjutan demi menunjang dan menjamin tercapainya visi hidup yang dicanangkan. Suatu proses yang saya sebut PENDIDIKAN.
Pendidikan berasal dari kata didik, yang dalam KBBI diartikan sebagai memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Freire mendefinisikan pendidikan yaitu sebagai usaha memanusiakan manusia. Hampir mirip dengan filosofi pendidikan dari Bapak Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara Baca terus →

23 Agustus 2009

Merenungi Hidup (Ramadhan) Kita

Makna. Apa itu makna?.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti kata makna adalah : pengertian yg diberikan kepada suatu bentuk kebahasaan. Dan di sini saya mencoba men-terminologi-kan apa yang disebut pemaknaan hidup. Pemaknaan adalah suatu sikap dalam diri untuk mengambil nilai-nilai dan pelajaran yang berarti yang pernah kita hadapi dalam hidup dan mengaplikasikannya untuk selalu mencoba melakukan yang terbaik dan berarti dalam hidup.

Viktor Frankl memberi definisi tentang makna hidup itu seperti ini: “Makna hidup adalah sesuatu hal yang dirasa sangat penting dan berharga serta memberikan nilai khusus bagi seseorang. Bila makna hidup bisa dipenuhi, maka seseorang akan merasakan kehidupan yang berarti. Pada gilirannya, penemuan makna hidup ini akan menimbulkan kebahagiaan dan sukacita.”

Lalu pertanyaan selanjutnya, “mengapa hidup perlu dimaknai ?”. Jawabannya adalah agar seluruh aspek kehidupan yang kita lakukan tidak menjadi sia-sia. Hidup itu punya tujuan, dan tujuan itu tidak akan pernah tercapai bila kita tak pernah memaknai hidup. Bagaimana kita bisa mencapai tujuan hidup, apabila mayoritas kehidupan kita tak lebih dari kegiatan tak berguna ? hidup tanpa konten dan tak beresensi adalah omong kosong.

Baca terus →

19 Agustus 2009

Cerita dibalik PRABA AMERTA (part 1)

Cerita ini diawali ketika saya ingin menjadi panitia PROKM 09 bareng-bareng dengan panitia keamanan (yang 2008) Olimpiade V KM ITB. Karena basic kita keamanan, jadi kita sepakat mau jadi keamanan lagi di PROKM ini (walau nanti akhirnya saya, Sandi, dan Nindi membelot ke taplok). Lalu dimulailah masa-masa diklat itu. Diawali dengan diklat terpusat yang fokusnya pada materi umum yang berkisar kata filosofi, pengertian, dan esensi. Diawali dengan materi tentang visi hidup akan konsep Ketuhanan, lalu dilanjutkan dengan filosofi pendidikan (yang merujuk pada pemikiran Ki Hajar Dewantara), lalu berujung pada profil mahasiswa ideal menurut filosofi pendidikan itu sendiri, ada juga materi tentang konsepsi kemahasiswaan KM ITB dan juga lainnya.

Di tengah perjalanan diklat, saya menyadari bahwa tujuan saya jadi panitia PROKM ini jadi begitu bias kalau saya tetap ingin jadi keamanan. Sampai pada tahap ini saya sudah menetapkan tujuan saya ikut prokm, yaitu untuk dapat menginspirasi anak-anak baru 09 akan dunia kampus seperti saya yang terinspirasikan oleh para dewa-dewa kampus yang sekarang sudah lulus/mau lulus. Jadilah kemudian saya mengubah haluan saya dan memilih menjadi taplok, dengan pertimbangan bahwa orang yang paling sering berinteraksi dengan anak 09 adalah taplok; bukan keamanan, medik, atau bahkan danlap.

Dan pada suatu malam, kami calon panitia lapangan dibagikan slayer berwarna sesuai dengan pilihan divisinya. Saya pun mendapatkan biru muda, warna representasi dari taplok. Lalu dimulailah diklat-diklat lapangan dan diklat divisi. Taplok dibagi ke beberapa kelompok yang disebut keluarga, dan saya masuk ke keluarga MAIN CONGKLAK. Pertama kita disuruh membuat mind-map tentang visi hidup kita ke depan, lalu ada juga materi diklat tentang komunikasi dimana kita diperintahkan membuat peta lokasi basecamp dan kondisinya, kemudian ada wawancara dengan orang tak dikenal tentang ‘Indonesia ke Depan’(yang sayangnya tidak pernah diperiksa) dll. Pada akhir-akhir diklat divisi mulai tercium sedikit demi sedikit bau-bau agitasi dalam diklat taplok. Baca terus →