MARI BUAT INDONESIA TERSENYUM
INI ADALAH GERAKAN KAWAN
GERAKAN MEMBANGUN INDONESIA
GANESHA BERSINAR!!!

MARI BUAT INDONESIA TERSENYUM
INI ADALAH GERAKAN KAWAN
GERAKAN MEMBANGUN INDONESIA
GANESHA BERSINAR!!!

[Puisi yang dibuat di drama yang ditampilkan di dies MTM oleh MTM08]
Sendiri berjalan ku di tepi
Terkungkung pagar tinggi berduri
Di jalan yang sama ku berdiri
Ini sudah beda, dasarnya pun telah beda
embrio yang sama, tidak melulu menghasilkan kesamaan
kita berdeformasi dan berubah mengikuti era Baca terus →

Hitamku, hitammu
ketika terjangan ombak sudah mereda
ketika awan hitam sudah menyingkir
dan sahara terobati dengan oase
Hitamku, hitammu
tapi akan selalu ada jalan terjal
badai besar yang siap menyapu
pekat langit yang menakutkan
Kenapa harus ku disana?
kalau citaku tak ubahnya egoku
ini bukan tentang lambang itu
ketika sumpah janji telah terikrar
kala lengan kanan telah terukir kebanggaan
hitammu bukan kegagahanmu
hitammu adalah
ribuan tetes darah pengorbanan
ikatan cincin pengabdian
kobaran api perjuangan
jangan pernah berhenti
pelita harapan di depan telah menanti
basecamp, pukul 23.20 14 November 2009
Untuk Bro & Sis MTM08
armor itu makin kuat dan solid

SUngguh memprihatinkan bahwa bangsa ini ternyata masih diberi cobaan yang besar oleh Allah. Dan sebagai satu saudara (sebagai sesama muslim maupun rakyat Indonesia) membantu sesuai kemampuan adalah termasuk sumbangsih yang besar.Dan puji syukur pada Allah bahwa begitu banyak kepedulian yang ditunjukkan oleh kita semua terhadap saudara kita itu. Baca terus →

Sekarang sedang menggebu-gebunya berbicara tentang lingkungan, sampah, limbah, dan pengolahan.
Entah kenapa, mungkin karena pekerjaan saya ke depannya juga mengurus tentang hal itu.
thanks buat teman Ganesha Hijau yang menyadarkan arti besar sampah
Dalam menjalani sebuah kehidupan, dibutuhkan visi hidup demi menunjang keberlangsungan masa depan yang lebih baik. Di sisi lain, manusia dengan kelebihan dalam segi mental dan rasionalitasnya semestinya telah mempunyai visi hidupnya masing-masing. Dimana konsep visi hidup yang baik memerlukan suatu bentuk proses yang berkelanjutan demi menunjang dan menjamin tercapainya visi hidup yang dicanangkan. Suatu proses yang saya sebut PENDIDIKAN.
Pendidikan berasal dari kata didik, yang dalam KBBI diartikan sebagai memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Freire mendefinisikan pendidikan yaitu sebagai usaha memanusiakan manusia. Hampir mirip dengan filosofi pendidikan dari Bapak Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara Baca terus →

Makna. Apa itu makna?.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti kata makna adalah : pengertian yg diberikan kepada suatu bentuk kebahasaan. Dan di sini saya mencoba men-terminologi-kan apa yang disebut pemaknaan hidup. Pemaknaan adalah suatu sikap dalam diri untuk mengambil nilai-nilai dan pelajaran yang berarti yang pernah kita hadapi dalam hidup dan mengaplikasikannya untuk selalu mencoba melakukan yang terbaik dan berarti dalam hidup.
Viktor Frankl memberi definisi tentang makna hidup itu seperti ini: “Makna hidup adalah sesuatu hal yang dirasa sangat penting dan berharga serta memberikan nilai khusus bagi seseorang. Bila makna hidup bisa dipenuhi, maka seseorang akan merasakan kehidupan yang berarti. Pada gilirannya, penemuan makna hidup ini akan menimbulkan kebahagiaan dan sukacita.”
Lalu pertanyaan selanjutnya, “mengapa hidup perlu dimaknai ?”. Jawabannya adalah agar seluruh aspek kehidupan yang kita lakukan tidak menjadi sia-sia. Hidup itu punya tujuan, dan tujuan itu tidak akan pernah tercapai bila kita tak pernah memaknai hidup. Bagaimana kita bisa mencapai tujuan hidup, apabila mayoritas kehidupan kita tak lebih dari kegiatan tak berguna ? hidup tanpa konten dan tak beresensi adalah omong kosong.
Cerita ini diawali ketika saya ingin menjadi panitia PROKM 09 bareng-bareng dengan panitia keamanan (yang 2008) Olimpiade V KM ITB. Karena basic kita keamanan, jadi kita sepakat mau jadi keamanan lagi di PROKM ini (walau nanti akhirnya saya, Sandi, dan Nindi membelot ke taplok). Lalu dimulailah masa-masa diklat itu. Diawali dengan diklat terpusat yang fokusnya pada materi umum yang berkisar kata filosofi, pengertian, dan esensi. Diawali dengan materi tentang visi hidup akan konsep Ketuhanan, lalu dilanjutkan dengan filosofi pendidikan (yang merujuk pada pemikiran Ki Hajar Dewantara), lalu berujung pada profil mahasiswa ideal menurut filosofi pendidikan itu sendiri, ada juga materi tentang konsepsi kemahasiswaan KM ITB dan juga lainnya.
Di tengah perjalanan diklat, saya menyadari bahwa tujuan saya jadi panitia PROKM ini jadi begitu bias kalau saya tetap ingin jadi keamanan. Sampai pada tahap ini saya sudah menetapkan tujuan saya ikut prokm, yaitu untuk dapat menginspirasi anak-anak baru 09 akan dunia kampus seperti saya yang terinspirasikan oleh para dewa-dewa kampus yang sekarang sudah lulus/mau lulus. Jadilah kemudian saya mengubah haluan saya dan memilih menjadi taplok, dengan pertimbangan bahwa orang yang paling sering berinteraksi dengan anak 09 adalah taplok; bukan keamanan, medik, atau bahkan danlap.
Dan pada suatu malam, kami calon panitia lapangan dibagikan slayer berwarna sesuai dengan pilihan divisinya. Saya pun mendapatkan biru muda, warna representasi dari taplok. Lalu dimulailah diklat-diklat lapangan dan diklat divisi. Taplok dibagi ke beberapa kelompok yang disebut keluarga, dan saya masuk ke keluarga MAIN CONGKLAK. Pertama kita disuruh membuat mind-map tentang visi hidup kita ke depan, lalu ada juga materi diklat tentang komunikasi dimana kita diperintahkan membuat peta lokasi basecamp dan kondisinya, kemudian ada wawancara dengan orang tak dikenal tentang ‘Indonesia ke Depan’(yang sayangnya tidak pernah diperiksa) dll. Pada akhir-akhir diklat divisi mulai tercium sedikit demi sedikit bau-bau agitasi dalam diklat taplok. Baca terus →