14 Oktober 2009

SUngguh memprihatinkan bahwa bangsa ini ternyata masih diberi cobaan yang besar oleh Allah. Dan sebagai satu saudara (sebagai sesama muslim maupun rakyat Indonesia) membantu sesuai kemampuan adalah termasuk sumbangsih yang besar.Dan puji syukur pada Allah bahwa begitu banyak kepedulian yang ditunjukkan oleh kita semua terhadap saudara kita itu. Baca terus →
9 Oktober 2009
Dalam menjalani sebuah kehidupan, dibutuhkan visi hidup demi menunjang keberlangsungan masa depan yang lebih baik. Di sisi lain, manusia dengan kelebihan dalam segi mental dan rasionalitasnya semestinya telah mempunyai visi hidupnya masing-masing. Dimana konsep visi hidup yang baik memerlukan suatu bentuk proses yang berkelanjutan demi menunjang dan menjamin tercapainya visi hidup yang dicanangkan. Suatu proses yang saya sebut PENDIDIKAN.
Pendidikan berasal dari kata didik, yang dalam KBBI diartikan sebagai memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Freire mendefinisikan pendidikan yaitu sebagai usaha memanusiakan manusia. Hampir mirip dengan filosofi pendidikan dari Bapak Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara Baca terus →
23 Agustus 2009

Makna. Apa itu makna?.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti kata makna adalah : pengertian yg diberikan kepada suatu bentuk kebahasaan. Dan di sini saya mencoba men-terminologi-kan apa yang disebut pemaknaan hidup. Pemaknaan adalah suatu sikap dalam diri untuk mengambil nilai-nilai dan pelajaran yang berarti yang pernah kita hadapi dalam hidup dan mengaplikasikannya untuk selalu mencoba melakukan yang terbaik dan berarti dalam hidup.
Viktor Frankl memberi definisi tentang makna hidup itu seperti ini: “Makna hidup adalah sesuatu hal yang dirasa sangat penting dan berharga serta memberikan nilai khusus bagi seseorang. Bila makna hidup bisa dipenuhi, maka seseorang akan merasakan kehidupan yang berarti. Pada gilirannya, penemuan makna hidup ini akan menimbulkan kebahagiaan dan sukacita.”
Lalu pertanyaan selanjutnya, “mengapa hidup perlu dimaknai ?”. Jawabannya adalah agar seluruh aspek kehidupan yang kita lakukan tidak menjadi sia-sia. Hidup itu punya tujuan, dan tujuan itu tidak akan pernah tercapai bila kita tak pernah memaknai hidup. Bagaimana kita bisa mencapai tujuan hidup, apabila mayoritas kehidupan kita tak lebih dari kegiatan tak berguna ? hidup tanpa konten dan tak beresensi adalah omong kosong.
Baca terus →
19 Agustus 2009
Cerita ini diawali ketika saya ingin menjadi panitia PROKM 09 bareng-bareng dengan panitia keamanan (yang 2008) Olimpiade V KM ITB. Karena basic kita keamanan, jadi kita sepakat mau jadi keamanan lagi di PROKM ini (walau nanti akhirnya saya, Sandi, dan Nindi membelot ke taplok). Lalu dimulailah masa-masa diklat itu. Diawali dengan diklat terpusat yang fokusnya pada materi umum yang berkisar kata filosofi, pengertian, dan esensi. Diawali dengan materi tentang visi hidup akan konsep Ketuhanan, lalu dilanjutkan dengan filosofi pendidikan (yang merujuk pada pemikiran Ki Hajar Dewantara), lalu berujung pada profil mahasiswa ideal menurut filosofi pendidikan itu sendiri, ada juga materi tentang konsepsi kemahasiswaan KM ITB dan juga lainnya.
Di tengah perjalanan diklat, saya menyadari bahwa tujuan saya jadi panitia PROKM ini jadi begitu bias kalau saya tetap ingin jadi keamanan. Sampai pada tahap ini saya sudah menetapkan tujuan saya ikut prokm, yaitu untuk dapat menginspirasi anak-anak baru 09 akan dunia kampus seperti saya yang terinspirasikan oleh para dewa-dewa kampus yang sekarang sudah lulus/mau lulus. Jadilah kemudian saya mengubah haluan saya dan memilih menjadi taplok, dengan pertimbangan bahwa orang yang paling sering berinteraksi dengan anak 09 adalah taplok; bukan keamanan, medik, atau bahkan danlap.
Dan pada suatu malam, kami calon panitia lapangan dibagikan slayer berwarna sesuai dengan pilihan divisinya. Saya pun mendapatkan biru muda, warna representasi dari taplok. Lalu dimulailah diklat-diklat lapangan dan diklat divisi. Taplok dibagi ke beberapa kelompok yang disebut keluarga, dan saya masuk ke keluarga MAIN CONGKLAK. Pertama kita disuruh membuat mind-map tentang visi hidup kita ke depan, lalu ada juga materi diklat tentang komunikasi dimana kita diperintahkan membuat peta lokasi basecamp dan kondisinya, kemudian ada wawancara dengan orang tak dikenal tentang ‘Indonesia ke Depan’(yang sayangnya tidak pernah diperiksa) dll. Pada akhir-akhir diklat divisi mulai tercium sedikit demi sedikit bau-bau agitasi dalam diklat taplok. Baca terus →
10 Juli 2009

Saya adalah termasuk orang yang bersimpati atas isi kampanye dari pak Jusuf Kalla. Dan ketika saya melihat rekan-rekan saya yang cukup terdidik juga melakukan hal yang sama, saya jadi yakin bahwa setidaknya pak JK bisa menembus putaran 2. Tapi apa nyana, bahkan beliau berada pada posisi buncit dalam perolehan suara Pilpres ini. Sebenarnya apa yang menyebabkannnya?
1. Menurut survei LSI, mayoritas masyarakat sudah mempunyai pilihan akan presidennya jauh sebelum masa kampanye dimulai. Artinya apa? artinya seberapa gencar seorang capres berkampanye, berdebat, pasang visi misi dan proker-proker lainnya, tidak akan berpengaruh banyak, karena masyarakat sudah punya pilihan yang tidak bisa diganggu gugat (hanya beberapa persen saja yang bisa diguncang)
2. Kader Golkar sebagai konstituen pendukung JK-WIN ternyata tidak solid. Dalam partai ini, terjadi banyak friksi internal antara pilihan JK atau SBY. Dari sinilah asal menghilangnya suara, karena massa akar rumput tidak tersentuh tim kampanye JK, dan hasilnya mereka tidak pernah mendapatkan bahan kampanye JK dengan baik. Dan itu sebabnya pula SBY punya suara tambahan, yang pastinya juga berasal dari massa Golkar. Baca terus →
28 Juni 2009

Transformer adalah film paling ditunggui-tunggu pada summer session tahun 2009 ini. Dan sesuai yang dijadwalkan, mulai tayang pada bulan Juni di Indonesia. Saya berkesempatan menonton film ini pada hari pertama penayangan di kota Bandung. Ekspektasi saya begitu tinggi ketika akan menonton film ini. Lalu apakah komentar saya setelah menontonnya?
Yah, jujur saya cukup kecewa. Banyak storyline yang terkesan ‘maksa’ dan gak masuk akal. Memang sih, inif ilm fiksi, tapi tetap saja ada yang mengganjal waktu menontonnya. Contohnya saja waktu adegan Mikaela dan Sam berlari di tengah padang pasir sejauh bermil-mil dengan dikelilingi oleh para Decepticon yang mengincar dirinya. Masak mereka bisa berhasil lolos sih?padahal adegan itu mengisahkan tentang 2 manusia biasa melawan banyak robot Decepticons. Impossible, mereka dapat mudah terus berlari dan tak terhentikan.
Baik, itu tadi sisi storyline. Dari sisi visual efek, tidak ada yang menyangsikan bahwa efek CGI yang dibawakannya begitu mantap dan sempurna. Begitu halus sekali, sehingga proses perubahan tiap-tiap robot dari bentuk awalnya (bisa pesawat, mobil, truk dll) menjadi bentuk badan begitu riil dan keren.
Belum lagi film ini benar-benar mengeksploitasi sesosok bernama Megan Fox. Dinobatkan sebagai wanita terseksi di dunia oleh salah satu majalah pria terkenal dunia menyebabkan sang sutradara yakin bahwa selain cerita tentang Autobots dan Decepticons sendiri, para penonton (terutamanya pria) akan menunggu adegan dari sang ‘Serigala’. Dan benar saja, berkali-kali Megan ditampilkan dalam banyak scene dengan level keseronokan (bahasa sarkas untuk kata keseksian) yang luar biasa. Dan tentu saja para penonton dibuatnya tidak kecewa.
Overall, film ini layak ditonton untuk mengisi liburan. Dengan kekuatan yang luar biasa pada spesial efek dan Megan Fox nya, film ini tinggal menunggu waktu untuk masuk level Box Office. Dan satu lagi, film ini memang benar-benar film hiburan dan tontonan, bukan film penghargaan. Jadi jangan harap film ini masuk nominasi Oscar atau Grammy ya!
28 Juni 2009
tulisan ini dibuat sebagai pemenuhan tugas bagi PROKM 09, jenjang awal kemahasiswaan ITB.
Seringkali kita berujar, “untuk apa kita hidup? bagaimana kita mengisi kehidupan? Mengapa hidupku seperti mengalir bagai air saja? Kenapa kita seperti pernah mengalami suatu episode kosong dalam hidup?” dan lain-lain yang substansinya sama.
Ya, pertanyaan itu sering didengungkan oleh orang, sering saya dengar, dan tak pelak pernah saya dengungkan juga. Mengapa itu pernah terlontar dalam pikiran setiap insan?karena kita miskin akan pemaknaan dalam hidup. Yap, saya adalah bagian orang yang setuju dengan apa yang disebut dengan mencari makna dalam setiap perbuatan.
Sebelumnya apa itu makna? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti kata makna adalah : arti; maksud pembicara atau penulis; pengertian yg diberikan kpd suatu bentuk kebahasaan. Dan di sini saya mencoba men-terminologi-kan apa yang disebut pemaknaan hidup. Menurut subyektif saya, pemaknaan adalah suatu sikap dalam diri untuk mengambil nilai-nilai dan pelajaran yang berarti yang pernah kita hadapi dalam hidup dan mengaplikasikannya untuk selalu mencoba melakukan yang terbaik dan berarti dalam hidup, baik itu bagi kita sendiri, orang lain, bangsa dan agama kita.
Viktor Frankl memberi definisi tentang makna hidup itu seperti ini: “Makna hidup adalah sesuatu hal yang dirasa sangat penting dan berharga serta memberikan nilai khusus bagi seseorang. Bila makna hidup bisa dipenuhi, maka seseorang akan merasakan kehidupan yang berarti. Pada gilirannya, penemuan makna hidup ini akan menimbulkan kebahagiaan dan sukacita.”
Lalu pertanyaan selanjutnya, “mengapa hidup perlu dimaknai ?”. Jawabannya adalah agar seluruh aspek kehidupan yang kita lakukan tidak menjadi sia-sia. Saya berprinsip bahwa hidup itu punya tujuan, dan tujuan itu tidak akan pernah tercapai bila kita tak pernah memaknai hidup. Bagaiman kita bisa mencapai tujuan hidup, apabila mayoritas kehidupan kita menganut sistem contentless ? hidup tanpa konten dan tak beresensi adalah omong kosong.
Baca terus →