<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Seruan Laks</title>
	<atom:link href="http://laksitohdn.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://laksitohdn.wordpress.com</link>
	<description>seruan untuk melangkah di jalan kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jan 2012 11:08:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='laksitohdn.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/8b2b3767d6a5e40df7c01d484372b1e6?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Seruan Laks</title>
		<link>http://laksitohdn.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://laksitohdn.wordpress.com/osd.xml" title="Seruan Laks" />
	<atom:link rel='hub' href='http://laksitohdn.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Debat Ketua IA ITB, Panas Euy!</title>
		<link>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/11/27/debat-ketua-ia-itb-panas-euy/</link>
		<comments>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/11/27/debat-ketua-ia-itb-panas-euy/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 13:36:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Laksito Hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Mahasiswa ITB]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu ia itb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laksitohdn.wordpress.com/?p=699</guid>
		<description><![CDATA[Pada bulan November ini, saya dua kali mengikuti agenda resmi Pemilu Ketua IA ITB, yang pertama di Gedung Telkom Jakarta pada awal November, dan yang kedua di Gedung Sate Bandung pada tanggal 19 November. Kenapa saya rela-relanya datang pada suatu &#8230; <a href="http://laksitohdn.wordpress.com/2011/11/27/debat-ketua-ia-itb-panas-euy/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laksitohdn.wordpress.com&amp;blog=5927005&amp;post=699&amp;subd=laksitohdn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada bulan November ini, saya dua kali mengikuti agenda resmi Pemilu Ketua IA ITB, yang pertama di Gedung Telkom Jakarta pada awal November, dan yang kedua di Gedung Sate Bandung pada tanggal 19 November. Kenapa saya rela-relanya datang pada suatu forum yang jelas-jelas bukan diperuntukkan bagi saya yang notabene belum alumni?Ada yang menarik terkait ini. Saking seringnya saya hadir pada forum-forum alumni seperti ini, saya selalu ditanya oleh beberapa alumni yang kenal dengan saya “<em>ngapain lo </em>kesini?mau minta dana ya?”. Tentu saja pertanyaan itu bersifat bercanda. Saya tertawa dalam hati. Bukan rahasia memang kalau citra mahasiswa makin ke sini adalah mendekat ke alumni untuk minta bantuan dana terkait acara-acaranya.  Atau ada kalimat lain “Menteri Hublu mau mulai dekat-dekat calon ketua IA ya?”. Ini pun saya hanya tersenyum.</p>
<p>Jawabannya bisa beragam. Secara pribadi saya memang tertarik dengan IA ITB. Isinya, tujuannya, <em>ngapain aja</em>, dan siapa yang terlibat banyak di dalamnya. Momen Pemilu Ketua IA ITB tentu adalah pesta bagi IA ITB sendiri, dan inilah yang menarik bagi saya. Mau tidak mau, IA ITB adalah wadah bagi saya nantinya ketika sudah berstatus alumni. Dengan potensinya yang besar, bukankah suatu kerugian bila kita yang notabene nantinya bagian dari IA ITB tidak tahu dan akhirnya tidak memanfaatkan potensi dan fasilitas yang ada pada IA ITB?<span id="more-699"></span></p>
<p>Secara organisasi, disana saya membawa nama KM ITB. Saya ingin menunjukkan bahwa Kabinet tidak hanya dekat dengan IA ketika ada maunya saja. Setidaknya melihat tanggapan dari pengurus Kongres IA, pengurus IA era pak Hatta, serta juga sempat terlibat obrolan dengan para kandidat, beliau semua memberikan respon yang baik . Membangun hubungan baik dengan IA ITB itu begitu penting, karena alumni adalah <em>stakeholde</em>r utama bagi pembangunan institusi ITB dan tentu saja juga bagi kemahasiswaaan ITB.</p>
<p>Mengikuti debat di kedua <em>venue </em>itu, satu kesan paling kuat saya dapat, Panas Kawan! Saling serang antar calon atau antar pendukung masing-masing calon tidak terelakkan.  Pertanyaan-pertanyaan, ungkapan dukungan yang memojokkan calon lain, bahkan saling lempar sindiran menjadi hal yang terlihat biasa disini. Saya jadi teringat forum-forum mahasiswa di kampus. Sebenarnya mirip-mirip. Bedanya kalau yang di kampus  masih berusia awal dua puluhan, sedangkan yang di debat ini adalah para alumni dengan berbagai macam angkatan, dari yang sepuh sampai yang baru lulus. Saya jadi melihat realita tentang dongeng yang biasa diceritakan bahwa anak ITB itu adalah orang-orang hebat, sehingga punya pola pikir, ideologi, dan sikap yang berbeda-beda, sehingga tidak jarang menimbulkan konflik antar sesama alumni ITB.</p>
<p>Moral <em>of the story</em> nya tentu bukan panas atau tidak panasnya. Bukan tentang <em>gontok-gontok</em>annya. Saya pikir dalam suatu ajang bernama pemilihan umum, hal seperti ini wajar terjadi. Yang mau saya angkat adalah bagaimana kelima calon yang saya hormati ini, adalah senior-senior hebat yang telah melakukan banyak karya untuk negeri ini. Kelima calon yang membawa visi nya masing-masing yang bagi saya terlihat bagus semuanya, mencoba mengabdikan diri bagi kebaikan alumni ITB, Almamater dan Indonesia. Kelak, generasi kita tentu juga dituntut untuk memberi prestasi yang lebih besar dari apa yang alumni berikan selama ini.</p>
<p>Terlepas dari siapa yang terpilih menjadi Ketua Umum nantinya, kita semua tentu berharap yang terbaik bagi keberlangsungan IA ITB.</p>
<p>Terus dan selalu, untuk Tuhan, Bangsa dan Almamater.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laksitohdn.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laksitohdn.wordpress.com/699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laksitohdn.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laksitohdn.wordpress.com/699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laksitohdn.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laksitohdn.wordpress.com/699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laksitohdn.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laksitohdn.wordpress.com/699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laksitohdn.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laksitohdn.wordpress.com/699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laksitohdn.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laksitohdn.wordpress.com/699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laksitohdn.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laksitohdn.wordpress.com/699/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laksitohdn.wordpress.com&amp;blog=5927005&amp;post=699&amp;subd=laksitohdn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/11/27/debat-ketua-ia-itb-panas-euy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0fc467096b0e5eefc5be128d6443bcc7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">laksitohedi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Menlu : MK RI, Kemenko Perekonomian RI, Indonesia Mengajar</title>
		<link>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/11/26/catatan-menlu-mk-ri-kemenko-perekonomian-ri-indonesia-mengajar/</link>
		<comments>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/11/26/catatan-menlu-mk-ri-kemenko-perekonomian-ri-indonesia-mengajar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2011 15:05:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Laksito Hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Mahasiswa ITB]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[km itb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laksitohdn.wordpress.com/?p=691</guid>
		<description><![CDATA[Rekan, pada hari yang sama dengan ketika kunjungan ke gedung MK, selesai dari gedung MK saya menuju ke gedung kantor Kemenko Perekonomian RI. Saya belum pernah berkunjung ke sini, sekaligus mengantar wakil saya punya tugas untuk mewawancarai salah satu Deputi &#8230; <a href="http://laksitohdn.wordpress.com/2011/11/26/catatan-menlu-mk-ri-kemenko-perekonomian-ri-indonesia-mengajar/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laksitohdn.wordpress.com&amp;blog=5927005&amp;post=691&amp;subd=laksitohdn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://aceh.tribunnews.com/foto/berita/2011/11/1/guru.jpg" alt="" width="320" height="160" />Rekan, pada hari yang sama dengan ketika kunjungan ke gedung MK, selesai dari gedung MK saya menuju ke gedung kantor Kemenko Perekonomian RI. Saya belum pernah berkunjung ke sini, sekaligus mengantar wakil saya punya tugas untuk mewawancarai salah satu Deputi Menko Perekonomian RI yang kebetulan adalah alumni Planologi, satu jurusan dengan wakil saya. Sedikit berkomentar, gedung kantor ini terlihat sunyi senyap dan sepi. Entah karena memang pegawai yang bekerja di Kementerian ini hanya sedikit (berhubung kerja nya adalah mengkoordinasikan) atau ada alasan lain, saya tidak tahu.</p>
<p>Kembali ke bahasan, inti tugasnya adalah membahas tentang MP3EI koridor timur. Saya pikir, sambil menyelam minum air. Wakil saya bisa mengerjakan tugas akademiknya sekaligus menambah jaringan utamanya apabila kita membutuhkan kajian dan diskusi terkait MP3EI wabilkhusus bidang infrastrukturnya, karena alumni Plano yang diwawancara ini adalah Deputi Bidang Infrastruktur di Kementerian yang dipimpin Ketua IA ITB, Hatta Radjasa.</p>
<p><span id="more-691"></span>Selepas dari gedung Menko Perekonomian, menerjang riuh ramai nya kota Jakarta yang seakan tidak pernah sepi jalanannya dari <em>sliweran</em> mobil, saya menuju arah Senayan, ke kantor organisasi nonprofit pimpinan Rektor Paramadina, Anies Baswedan. Saya diundang ke sana oleh pihak Indonesia Mengajar, karena mereka ingin menawarkan kerja sama dengan pihak KM ITB.</p>
<p>Sampai di kantornya, kebetulan Pak Anies Baswedan sendiri baru datang ke tempat tersebut, jadilah saya sedikit berbincang dengan Pak Anies. Topik perbincangan memang lebih banyak mengarah kepada alumni ITB yang telah menjadi Pengajar Muda. Selepas berbincang dengan Pak Anies, diskusi terkait konten kerjasama saya lakukan dengan pihak Indonesia Mengajar, dan hasilnya adalah saya menyepakati untuk terwujudnya kerjasama ini dimana Kabinet KM ITB bertindak sebagai <em>partner</em> dalam acara roadshow Indonesia Mengajar di Sabuga pada Selasa tanggal 29 November 2011. Saat saya mau pulang, ada sedikit perbincangan tentang kehidupan pengajar muda ketika berada di daerah pengiriman, konsep Indonesia Mengajar, dan juga tentang sosok Pak Anies, seperti apa beliau dan apa mimpi-mimpinya, tentu saja saya menambahkan bumbu-bumbu gosip disana, seperti pertanyaan saya tentang apa Pak Anies mungkin akan mengambil peranan di pesta besar 2014?<em>hehe, </em>sedikit <em>intermesso </em> itu tentu saja.</p>
<p>Terakhir, apa pendapat anda tentang Indonesia Mengajar?apa pendapat anda tentang pendidikan dasar di daerah pelosok yang belum terjangkau akses pemerintah?satu hal yang pasti, pendidikan adalah jalan menuju kesejahteraan. Salam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laksitohdn.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laksitohdn.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laksitohdn.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laksitohdn.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laksitohdn.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laksitohdn.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laksitohdn.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laksitohdn.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laksitohdn.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laksitohdn.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laksitohdn.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laksitohdn.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laksitohdn.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laksitohdn.wordpress.com/691/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laksitohdn.wordpress.com&amp;blog=5927005&amp;post=691&amp;subd=laksitohdn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/11/26/catatan-menlu-mk-ri-kemenko-perekonomian-ri-indonesia-mengajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0fc467096b0e5eefc5be128d6443bcc7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">laksitohedi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aceh.tribunnews.com/foto/berita/2011/11/1/guru.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Menlu : Gedung Amanat Negara, MK RI</title>
		<link>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/11/25/catatan-menlu-gedung-amanat-negara-mk-ri/</link>
		<comments>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/11/25/catatan-menlu-gedung-amanat-negara-mk-ri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 15:28:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Laksito Hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Mahasiswa ITB]]></category>
		<category><![CDATA[km itb]]></category>
		<category><![CDATA[Laksito]]></category>
		<category><![CDATA[Menhublu KM ITB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laksitohdn.wordpress.com/?p=683</guid>
		<description><![CDATA[Periode Bulan November (Part 1) Bulan November ini saya mencoba untuk mengaktifkan lagi kegiatan kunjungan ke luar kampus. Setelah banyak agenda internal kampus yang mau tidak mau menyedot perhatian saya sebagai pribadi, rekan-rekan pejabat kabinet lain, atau para staf yang &#8230; <a href="http://laksitohdn.wordpress.com/2011/11/25/catatan-menlu-gedung-amanat-negara-mk-ri/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laksitohdn.wordpress.com&amp;blog=5927005&amp;post=683&amp;subd=laksitohdn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Periode Bulan November (Part 1)</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/310923_2702598731291_1446391371_32933448_558940551_n.jpg" alt="" width="360" height="480" /></p>
<p>Bulan November ini saya mencoba untuk mengaktifkan lagi kegiatan kunjungan ke luar kampus. Setelah banyak agenda internal kampus yang mau tidak mau menyedot perhatian saya sebagai pribadi, rekan-rekan pejabat kabinet lain, atau para staf yang membantu saya pada bulan Oktober seperi Wisuda Oktober ITB misalnya yang begitu gegap gempita.</p>
<p>Minggu pertama November pada malam hari saya menyempatkan diri berangkat dari Bandung ke gedung Telkom Jakarta untuk dapat menyaksikan Debat calon Ketua Umum IA ITB. <span id="more-683"></span>Saya memang tidak berkepentingan disana, tapi saya pikir penting untuk kita mengikuti bagaimana perjalanan Pemilu ini digelar, utamanya bagi saya adalah, menarik melihat senior-senior alumni saling berkampanye, menyerang satu sama lain dan sebagainya. Hal ini mirip sebenarnya dengan forum-forum yang biasanya diikuti mahasiswa ITB ketika di kampusnya. Apa ini memang karakter ITB? Saya tidak tahu pasti, yang jelas saya menemukan beberapa kemiripan.</p>
<p>Minggu ketiga November saya kembali beranjak ke Jakarta. Kali ini saya membawa misi untuk menghadirkan Ketua Mahkamah Konstitusi RI Mahfudz M. D untuk dapat berbicara pada kuliah umum Studium Generale di kampus ITB sekaligus juga untuk membuka program kerja Kemenko Eskternal, yaitu Institute of Politics and Movement KM ITB.  Sebelum ini sebenarnya saya sudah cukup intens berkomunikasi dengan pihak MK dan akhirnya mendapat respons positif berupa kesediaan Bapak Mahfudz untuk hadir di ITB. Karenanya untuk lebih memastikan segala tetek bengeknya, sekaligus hitung-hitung memenuhi keinginan untuk bisa masuk ke gedung MK RI, maka saya memutuskan untuk datang langsung ke kantor lembaga tinggi negara tersebut.</p>
<p>Saat pertama sampai ke gedung MK RI, kesan pertama saya adalah “wow, banyak sekali orang nongkrong di gedung tersebut”.  Kalau dilihat dari tampilan dan obrolannya, sepertinya mereka adalah massa dari ormas/pribadi/apapun yang sedang mengikuti persidangan di dalam gedung. Masuk ke gedung MK, saya langsung menyadari satu hal, dibanding dengan kantor pemerintahan yang lain, seperti kantor para Menteri atau gedung DPR/MPR, akses masuk ke gedung MK ini jauh lebih mudah. Pikir saya waktu itu, mungkin karena memang fungsi MK adalah melayani tuntutan warga negara terkait aktivitas negara yang melenceng dari konstitusi, maka wajar bila kantor ini sebegitu terbuka. Tapi kemudian saya sadar bahwa seharusnya gedung DPR/MPR bisa seterbuka ini. Faktanya adalah, orang biasa takut masuk ke lingkungan gedung DPR/MPR, dan memang orang tanpa kepentingan sangat sulit masuk ke dalam. Padahal DPR/MPR tempat aspirasi rakyat masuk <em>lho.</em> Entah kenapa DPR/MPR bisa lebih sulit aksesnya daripada MK.</p>
<p>Di dalam, saya lebih terheran lagi, banyak sekali orang tidur-tiduran di ruangan besar semacam <em>lounge</em>. Ada yang sembari <em>ngobrol ngarul-ngidul</em> dengan pakaian yang sudah terlihat kusut. Sekilas saya merasa seperti berada di balai desa, tapi dengan ruangan yang lebih mewah. Tapi hal ini yang malah membuat saya salut, karena membuat gedung pemerintahan &#8211; yang kesannya menakutkan karena sangat birokratis dan dijaga tenaga keamanan <em>sekampung</em> &#8211; bisa terlihat merakyat.</p>
<p>Tempat yang saya tuju adalah perpustakaan MK RI. Disini banyak buku-buku menarik – yang seandainya bisa – ingin saya tunjukkan ke rekan-rekan mahasiswa lain agar bisa jadi negarawan yang baik. Saya bertemu dengan Sekretaris Ketua MK ditempat ini, walau hanya sebentar. Konten yang dibicarakan tentu tidak jauh-jauh dari rencana Pak Ketua mengisi Kuliah Umum di ITB.</p>
<p>Tidak lama kemudian saya keluar, sembari membatin bahwa ‘Mahkamah Konstitusi RI inilah ujung tombak Republik Indonesia agar tetap berada pada rel nya dalam keberjalanannya’. Reformasi 98-lah yang menelurkan lembaga ini. Jadi bagi rekan-rekan yang ingin meminta keadilan terkait Konstitusi, jangan ragu untuk membawa kasusnya ke MK, biar kemudian para Hakim MK yang memutuskan perkara anda. Sekian dari saya. Salam hangat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laksitohdn.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laksitohdn.wordpress.com/683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laksitohdn.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laksitohdn.wordpress.com/683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laksitohdn.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laksitohdn.wordpress.com/683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laksitohdn.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laksitohdn.wordpress.com/683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laksitohdn.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laksitohdn.wordpress.com/683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laksitohdn.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laksitohdn.wordpress.com/683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laksitohdn.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laksitohdn.wordpress.com/683/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laksitohdn.wordpress.com&amp;blog=5927005&amp;post=683&amp;subd=laksitohdn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/11/25/catatan-menlu-gedung-amanat-negara-mk-ri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0fc467096b0e5eefc5be128d6443bcc7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">laksitohedi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/310923_2702598731291_1446391371_32933448_558940551_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ronny Lukito : Gak kesampean Kuliah, Kini Pemain Besar Produk Tas</title>
		<link>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/10/02/ronny-lukito-gak-kesampean-kuliah-kini-pemain-besar-produk-tas/</link>
		<comments>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/10/02/ronny-lukito-gak-kesampean-kuliah-kini-pemain-besar-produk-tas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2011 12:47:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Laksito Hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seri Tokoh Inspirasi Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laksitohdn.wordpress.com/?p=668</guid>
		<description><![CDATA[“Kunci utama berbisnis adalah menjaga hubungan baik dan menciptakan trust. Kalu hubungan baik dan trust sudah terjalin, otomatis tiap ada kesempatan bisnis baru akan selalu diberikan kepada kita” Masa depan seseorang memang sulit diduga. Banyak orang yang awalnya terlihat bukan &#8230; <a href="http://laksitohdn.wordpress.com/2011/10/02/ronny-lukito-gak-kesampean-kuliah-kini-pemain-besar-produk-tas/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laksitohdn.wordpress.com&amp;blog=5927005&amp;post=668&amp;subd=laksitohdn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://www.jawaban.com/news/userfile/20100625RonyLukito390x250.jpg" alt="" width="390" height="250" /></p>
<p>“<span style="color:#ff0000;"><em>Kunci utama berbisnis adalah menjaga hubungan baik dan menciptakan trust. Kalu hubungan baik dan trust sudah terjalin, otomatis tiap ada kesempatan bisnis baru akan selalu diberikan kepada kita</em></span>”</p>
<p>Masa depan seseorang memang sulit diduga. Banyak orang yang awalnya terlihat bukan siapa-siapa, namun ternyata dapat membalikkan keadaan dan menjadi bintang. Ronny Lukito, pemilik B&amp;B Incorporation adalah sosok yang mewakili itu.</p>
<p>Ronny lahir di Bandung pada 15 Januari 1962. Ia lahir pada sebuah keluarga yang menghidupi kebutuhannya dari berjualan tas pada toko kecil di jalan ABC. Pada masa remajanya, Ronny yang tinggal di Bandung hidup dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Orangtuanya bukan termasuk kaum berada. Jangankan untuk sekolah, untuk hidup sehari-hari saja sudah susah. Makanya setelah ia lulus dari STM, ia berhenti untuk lanjut ke kuliah karena tidak ada biaya.</p>
<p>Semenjak bersekolah di STM ia sudah biasa berjualan susu dengan menyetor ke rumah-rumah tetangganya. Itulah masa-masa remajanya yang dibiasakan hidup sederhana, kerja keras dan jauh dari hidup berada. Selepas dari lulus STM, awalnya Ronny membantu pekerjaan orang tuanya. Mulai dari menjahit, menjaga toko, maupun memasarkannya. Akan tetapi hasrat mudanya membuat ia memilih untuk hidup dan bekerja sendiri terpisah dari orang tuanya.<span id="more-668"></span></p>
<p>Maka mulai dari 1979 Ronny memulai usaha tas nya sendiri yang ia beri merk Exxon. Modal awalnya tidak lebih dari 1 juta rupiah dan dipakai untuk membeli 2 mesin jahit. Kemudian mulai jalanlah bisnisnya. Ronny benar-benar memperhatikan aspek kualitas dan desain barang tasnya. Walhasil beberapa waktu kemudian dengan usaha keras produknya mulai diminati oleh konsumen.</p>
<p>Akan tetapi cobaan datang, merk Exxon yang ia bawa ternyata bermasalah terkait hak paten nama. Oleh karenanya kemudian ia mengganti merk tas nya menjadi EXPORT. Tak akan lari gunung dikejar dan tak terbang punai di tangan. Dengan segala perjuangan yang tak kenal lelah perlahan-lahan merk tasnya dikenal orang dan makin berkembang. Dari awalnya hanya 2 mesin jahit berkembang menjadi belasan. Volume produksinya pun semakin banyak.</p>
<p>Kesuksesan demi kesuksesan dalam penjualan membuat usaha Ronny berkembang menjadi home industry dan berkembang lagi hingga skala pabrik, dimana akhirnya ia membangun pusat produksi tas di wilayah Kopo Bandung pada lahan seluas 6000 meter persegi. Karena kapasitas produksi yang semakin besar, maka kinerja merk ini pun semakin maju. Maka kemudian keluarlah merk-merk lain selain Export. Dengan sokongan bantuan dana juga dari Bank, kini usahanya telah member pekerjaan tidak kurang sebanyak 2000 orang.</p>
<p><strong>Berjuang Tak Kenal Lelah</strong></p>
<p>Mungkin banyak yang mengira bahwa perkembangan usaha Ronny sangat mulus. Pada faktanya tidak seperti itu. Pada waktu awal membangun merk tasnya ia sangat sulit memasukkan produknya ke pasar, karena telah ada pemain lama yang sudah besar bermain disana. Banyak peristiwa yang mengiringi pemasaran ini. Contohnya ketika ia berusaha memasok ke Matahari Dept. Store. Waktu itu ia ditolak oleh pihak Matahari sebanyak 13 kali dulu baru akhirnya bisa diterima. Itupun hanya disorder sedikit sekali dengan alasan percobaan pasar. “Saya ingin menjadi nomor satu” begitu tekad Ronny kala itu.</p>
<p>Oleh karenanya ia mulai berkeliling keluar kota mencari mitra dagang yang mau memasarkan produknya. Tiap harinya ia jarang tidur karena saking sibuknya. Mondar-mandir ke berbagai kota adalah pekerjaannya sehari-hari kala itu.</p>
<p>Tekad kuatnya akhirnya menunjukkan bukti, tiga tahun setelah perintisan usaha produknya telah memimpin pasar. Ekpansi bisnisnya berkembang dengan pesat, dan produknya pun mulai merambahi outlet dept. store besar seperti Ramayana, Matahari, dan Gramedia dengan berbagai merk yang ia punya. Dan sekarang ini dalam setahun total produksinya bisa mencapai jutaan tas.</p>
<p><strong>Akselerasi Meraup Sukses</strong></p>
<p><img class="alignleft" src="http://laksitohdn.files.wordpress.com/2011/10/bodypack2b25262beiger.jpeg?w=260&#038;h=194" alt="" width="260" height="194" />Saat ini, kita semua pasti sudah mengenal produk-produk tas seperti Eiger, Bodypack, Neosack, Nordwand, Extrem, Domus Danica dll. Itu semua adalah merk tas Ronny selain merk utama miliknya yaitu Export. Banyaknya merk yang ia punya memang disengaja karena dia mendiferensiasi sasaran pasar dari tiap merknya. Misalnya merk Export ia sasarkan pada kalangan remaja dengan orientasi kepada urban sport dari kelas menengah ke atas. Sementara untuk kelas menengah ke bawah ia mendorong merk Neosack.Untuk orang-orang yang suka akan kegiatan adventure atau alam ada merk bernama Eiger. Dan Bodypack adalah merk yang disasar bagi kaum muda 15-30 tahun serta eksekutif muda.</p>
<p>Sukses sudah menaungi bisnisnya sekarang. Kini ia telah memiliki 4 pabrik tas dengan luas lahan 2, 5 hektar, dan juga telah mengekspansi produknya ke luar negeri (walaupun tidak sebesar produksi dalam negeri). Agar kesuksesannya juga dirasakan banyak pihak, ia menggandeng sejumlah UKM yang ada di sekitar pabriknya untuk ikut memproduksi merk tasnya.</p>
<p>Kesuksesan membangun kemitraan dengan UKM-UKM ini menjadi kebanggaan dan keharuan luar biasa bagi Ronny karena ia sadar bahwa efek domino ekonomi yang dimunculkan bisnisnya cukup besar. Dengan bisnisnya sekarang, ia mampu merangsang ribuan orang mendapat penghasilan. Karena kepeduliannya akan kehidupan pengusaha kecil di sekitarnya tidak heran ia mendapat penghargaan Upakarti dari Presiden RI pada 1992. Ia dinilai sukses membangun tidak hanya level kehidupan dirinya sendiri, akan tetapi juga lingkungan sosialnya.</p>
<p>Tidak hanya Upakarti saja lho penghargaan yang pernah didapat oleh Ronny. Perusahaan Ronny yaitu B&amp;B pernah beberapa kali mendapatkan penghargaan internasional khususnya tentang kualitas produk. Misalnya dari sebuah organisasi Spanyol bernama Business Initiative Direction (BID) yang memberikan penghargaan The Arch of Europe Gold Award pada 1996. Di 2001 ia juga mendapat penghargaan dengan tema World Quality Commitment International Platinum Star Award. Semua penghargaan itu menunjukkan bahwa perusahaannya benar-benar sudah diakui produknya.</p>
<p>Beberapa hal yang dapat dipelajari oleh kita semua dari perjalanan panjang bisnis Ronny adalah :</p>
<p>1. Jangan pernah berhenti berusaha ketika kita mengalami kegagalan. Ronny membuktikan dimana ia ditolak Matahari sebanyak 13 kali dulu baru produknya bisa menembus display Matahari.</p>
<p>2. Salah satu kunci sukses enterprenur adalah kemampuan untuk terus mau belajar sepanjang hidup tanpa pernah merasa malu. Ronny hanya seorang lulusan STM, oleh karenanya ia banyak belajar dari banyak pihak.</p>
<p>3. Membangun bisnis tidak perlu modal uang yang besar lebih dulu. Yang paling penting adalah pribadi kita sendiri, terutama masalah kepercayaan. Ini justru adalah modal yang paling penting.</p>
<p>4. Enterprenur kudu pintar-pintar melihat peluang. Kemampuan melihat peluang tidak didapat di sekolah, tapi di lapangan. Oleh karenanya kita dituntut untuk terus peka terhadap realitas lingkungan. Dari situ kita pasti akan mendapat peluang, dan karenanya kita dapat benar-benar memiliki pasar, bukan sekedar ikut-ikutan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laksitohdn.wordpress.com/668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laksitohdn.wordpress.com/668/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laksitohdn.wordpress.com/668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laksitohdn.wordpress.com/668/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laksitohdn.wordpress.com/668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laksitohdn.wordpress.com/668/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laksitohdn.wordpress.com/668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laksitohdn.wordpress.com/668/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laksitohdn.wordpress.com/668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laksitohdn.wordpress.com/668/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laksitohdn.wordpress.com/668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laksitohdn.wordpress.com/668/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laksitohdn.wordpress.com/668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laksitohdn.wordpress.com/668/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laksitohdn.wordpress.com&amp;blog=5927005&amp;post=668&amp;subd=laksitohdn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/10/02/ronny-lukito-gak-kesampean-kuliah-kini-pemain-besar-produk-tas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0fc467096b0e5eefc5be128d6443bcc7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">laksitohedi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.jawaban.com/news/userfile/20100625RonyLukito390x250.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://laksitohdn.files.wordpress.com/2011/10/bodypack2b25262beiger.jpeg?w=260" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Polemik BBM Bersubsidi</title>
		<link>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/09/11/polemik-bbm-bersubsidi/</link>
		<comments>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/09/11/polemik-bbm-bersubsidi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 00:58:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Laksito Hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Industri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laksitohdn.wordpress.com/?p=662</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan sudah cukup lama tapi baru diposting. Sudah tidak zaman topik pembahasannya, tapi beberapa poin masih relevan Tiba-tiba saja dalam beberapa hari ini saya mendengar berita yang cukup mengejutkan, bahwa pemerintah menggandeng MUI untuk memberi fatwa haram pada penggunaan BBM &#8230; <a href="http://laksitohdn.wordpress.com/2011/09/11/polemik-bbm-bersubsidi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laksitohdn.wordpress.com&amp;blog=5927005&amp;post=662&amp;subd=laksitohdn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Tulisan sudah cukup lama tapi baru diposting. Sudah tidak zaman topik pembahasannya, tapi beberapa poin masih relevan</em></p>
<p>Tiba-tiba saja dalam beberapa hari ini saya mendengar berita yang cukup mengejutkan, bahwa pemerintah menggandeng MUI untuk memberi fatwa haram pada penggunaan BBM bersubsidi yang dilakukan oleh orang yang mampu. Hal ini saya yakin akan menimbulkan pro kontra , karena :</p>
<p>Pertama, Indonesia bukanlah negara Islam. Andaikan nantinya fatwa itu benar akan dikeluarkan oleh MUI, maka fatwa itu hanya akan mengikat umat Islam. Terus bagaimana dengan umat beragama yang lain?</p>
<p>Kedua, ini yang paling saya soroti. Kita semua mungkin paham bahwa harga minyak dunia sekarang memang sedang tinggi. Hal itu memberatkan anggaran pemerintah dalam APBN karena di negara kita, minyak adalah salah satu komoditas yang disubsidi. Asumsi APBN tentang harga minyak dunia per barel ternyata tidak sesuai dengan kenyataan yang ada dimana harganya sekarang sudah melampaui itu. Karenanya keuangan negara dapat terkuras habis apabila kebijakan subsidi BBM premium terus dilakukan.<br />
<span id="more-662"></span><br />
Saya pikir menjadi hal yang wajar apabila terjadi perubahan kebijakan terkait konsumsi BBM bersubsidi. Dan karena itu pula saya piker juga wajar apabila pemerintah melakukan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi bagi orang yang mampu, karena selama ini dikatakan bahwa penggunaan BBM bersubsidi ternyata tidak tepat sasaran.</p>
<p>Yang menjadi lucu adalah, kenapa pemerintah tidak menerapkan regulasi yang jelas dan tegas untuk penggunaan BBM bersubsidi ini? Kenapa malah menggandeng MUI untuk mengeluarkan fatwa haram seakan-akan pemerintah sudah putus asa terhadap cara-cara pembatasan penggunaan BBM bersubsidi ini? Apa ini terkait citra pemerintahan SBY-Budiono yang telah menjanjikan tidak akan menaikkan harga premium? Kalau memang harga premium harus naik, saya pikir asal waktunya tepat (tidak dekat-dekat dengan waktu Lebaran) dan dipikirkan dengan masak efek negative yang dapat muncul seperti inflasi yang tinggi bisa diminimalkan.</p>
<p>Ketiga, saya pikr menjadi tidak bijak bagi MUI apabila fatwa haram seakan-akan seperti diobral. Ketakuran terbesar saya adalah lembaga terhormat ini menjadi tidak punya kredibilitas lagi di mata umat Muslim dan tidak dituruti lagi fatwanya apabila gampang sekali menjudgement hal ini haram, hal itu haram. Dan lagi apabila fatwa BBM bersubsidi ini benar dikeluarkan, tentu akan menuntut fatwa-fatwa yang mirip untuk keluar juga. Fatwa haram untuk import beras misalnya (karena diasumsikan merugikan petani yang komoditinya tidak diserap dengan baik).</p>
<p>Bagi kita sebagai konsumen bahan bakar minyak, hal ini bisa menjadi ajang instropeksi diri, bahwa ternyata BBM premium ini masih banyak dinikmati oleh orang-orang yang sebenarnya tidak berhak. Tanpa perlu parameter yang dirincikan kita semua pasti dapat mengukur kemampuan diri kita sendiri, apakah kita bisa disebut sebagai kalangan mampu yang tidak seharusnya ikut menikmati ‘harta rakyat miskin’ dalam bentuk subsidi premium, ataukah kita masih bisa disebut sebagai orang yang berhak menikmati premium tersebut. Apa sebuah keluarga yang telah punya dua mobil keluaran 2000 ke atas bisa kita sebut mampu? Apa orang yang bisa memfasilitasi anaknya mengendarai mobil bisa disebut mampu?Hati nurani kita yang bicara, dan saya yakin kita semua cukup bijak untuk dapat memperlakukan BBM bersubsidi ini sesuai alokasi dan ranahnya. Wallahualam bisshowab.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laksitohdn.wordpress.com/662/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laksitohdn.wordpress.com/662/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laksitohdn.wordpress.com/662/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laksitohdn.wordpress.com/662/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laksitohdn.wordpress.com/662/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laksitohdn.wordpress.com/662/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laksitohdn.wordpress.com/662/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laksitohdn.wordpress.com/662/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laksitohdn.wordpress.com/662/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laksitohdn.wordpress.com/662/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laksitohdn.wordpress.com/662/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laksitohdn.wordpress.com/662/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laksitohdn.wordpress.com/662/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laksitohdn.wordpress.com/662/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laksitohdn.wordpress.com&amp;blog=5927005&amp;post=662&amp;subd=laksitohdn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/09/11/polemik-bbm-bersubsidi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0fc467096b0e5eefc5be128d6443bcc7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">laksitohedi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kontroversi Sang Ketua DPR</title>
		<link>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/08/03/kontroversi-sang-ketua-dpr/</link>
		<comments>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/08/03/kontroversi-sang-ketua-dpr/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2011 13:16:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Laksito Hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta Indonesiaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laksitohdn.wordpress.com/?p=636</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kita mengamati media yang makin bergentayangan di sekitar kita akhir-akhir ini, baik itu cetak maupun elektronik, kita pasti mengetahui isu negeri ini yang sedang hangat-hangatnya, yaitu kontroversi Marzuki Alie, anggota DPR dari Partai Demokrat sekaligus Ketua DPR. Hampir semua &#8230; <a href="http://laksitohdn.wordpress.com/2011/08/03/kontroversi-sang-ketua-dpr/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laksitohdn.wordpress.com&amp;blog=5927005&amp;post=636&amp;subd=laksitohdn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://beritafenomenal.files.wordpress.com/2010/03/marzuki-alie.jpg?w=288&#038;h=216" alt="" width="288" height="216" />Kalau kita mengamati media yang makin bergentayangan di sekitar kita akhir-akhir ini, baik itu cetak maupun elektronik, kita pasti mengetahui isu negeri ini yang sedang hangat-hangatnya, yaitu kontroversi Marzuki Alie, anggota DPR dari Partai Demokrat sekaligus Ketua DPR. Hampir semua media memberitakan tentang pernyataan kontroversial beliau terkait dengan permasalahan yang terjadi di KPK.</p>
<p>Kalau kita kilas balik ke peristiwa-peristiwa lampau, kita pasti akan menemukan bahwa tidak hanya sekali ini saja Marzuki Alie mengeluarkan pernyataan yang controversial. Tentu saja yang mungkin paling menghebohkan beberapa bulan yang lalu adalah ketika isu pembangunan gedung baru DPR yang menelan triliunan rupiah sedang panas-panasnya. Dan disitu, Marzuki yang notabene adalah pimpinan DPR adalah salah seorang yang sangat mendukung rencana itu, yang tentu saja menyebabkan munculnya banyak protes dan kecaman dari berbagai lapisan masyarakat.</p>
<p>Kembali ke masa kini, pernyataan beliau baru-baru ini tentang usulnya untuk membubarkan KPK sebagai bentuk solusi permasalahan KPK (lagi-lagi) menuai banyak kecaman. Bagaimana tidak, KPK yang dianggap oleh mayoritas masyarakat sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi yang mendarah daging di negeri ini malah oleh beliau diusulkan untuk dibubarkan. Beliau beranggapan krisis yang menerpa KPK saat ini membuat KPK lemah, dan karena KPK ‘hanyalah’ lembaga <em>ad hoc</em> negara (hasil bentukan pemerintahan Megawati akibat dari adanya ketumpulan kinerja pemberantasan korupsi dari tiga institusi yaitu Kepolisian, Kejaksaan dan Kehakiman), maka ketika KPK sudah tidak bisa diandalkan beliau berpendapat lebih baik dibubarkan saja dan tugas pemberantasan korupsi dikembalikan kepada tiga institusi yang disebut sebelumnya.</p>
<p style="text-align:left;"><img class="aligncenter" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/08/1312356483172700943.jpg" alt="" width="640" height="320" /><br />
Tentu sebagai salah seorang warga negara, dan sebagai satu dari sekian ratus anggota DPR, beliau berhak untuk mengajukan pendapat apapun tentang kehidupan berbangsa dan akan dijamin dilindungi oleh konstitusi. Tetapi permasalahannya adalah terdapat predikat yang menempel erat pada dirinya, yaitu jabatannya sebagai Ketua DPR. Sebagai Ketua DPR tentu beliau adalah oknum yang paling disorot oleh public, dan pernyataan beliau tentang KPK ini pada nyatanya melukai cita-cita masyarakat yang menginginkan pemberantasan korupsi di Indonesia hingga bersih. Masyarakat masih mencitrakan  lembaga KPK adalah lembaga paling bersih dan minim kepentingan daripada lembaga lain, dan upaya untuk membubarkannya tentu membuat siapa saja yang sepakat akan upaya itu menjadi <em>public enemy</em>.</p>
<p>Sekali lagi, sebagai Ketua DPR saya pun menyayangkan pernyataan beliau yang terkesan ‘blak-blakan’ atau bahkan dalam bahasa yang lebih kasar dapat dikatakan ‘tidak dipikir terlebih dulu’. Ada apa dengan staf ahli beliau yang berjumlah 10 orang? Tidak adakah para pembisiknya yang memberi saran terkait pernyataan-pernyataannya? Walhasil pernyataan beliau ini merembet pada banyak hal : institusi DPR (yang dipimpinnya) semakin diragukan akan keberpihakannnya pada kepentingan rakyat dan nasional, dipertanyakannya kapasitas Marzuki Alie sebagai Ketua DPR hingga muncul upaya mosi tidak percaya terhadap dirinya, dan makin kisruhnya dunia politik Indonesia yang ujungnya bisa membuat kepercayaan rakyat pada para pemerintahnya semakin surut dan dangkal, bahkan bisa hilang.</p>
<p>Semoga para tokoh negeri ini dapat belajar dari sini dan benar-benar memperjuangkan kepentingan nasional.</p>
<p><strong><em>Laksito Hedi &#8211; Penulis adalah Menteri Hubungan Luar Keluarga Mahasiswa ITB</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laksitohdn.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laksitohdn.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laksitohdn.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laksitohdn.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laksitohdn.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laksitohdn.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laksitohdn.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laksitohdn.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laksitohdn.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laksitohdn.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laksitohdn.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laksitohdn.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laksitohdn.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laksitohdn.wordpress.com/636/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laksitohdn.wordpress.com&amp;blog=5927005&amp;post=636&amp;subd=laksitohdn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/08/03/kontroversi-sang-ketua-dpr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0fc467096b0e5eefc5be128d6443bcc7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">laksitohedi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beritafenomenal.files.wordpress.com/2010/03/marzuki-alie.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/08/1312356483172700943.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pertumbuhan Kelas Menengah di Indonesia</title>
		<link>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/05/30/pertumbuhan-kelas-menengah-di-indonesia/</link>
		<comments>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/05/30/pertumbuhan-kelas-menengah-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 May 2011 13:29:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Laksito Hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Industri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laksitohdn.wordpress.com/?p=628</guid>
		<description><![CDATA[Dewasa ini, terjadi pergeseran struktur social yang cukup signifikan di Indonesia dengan semakin mudahnya akan akses sumber daya dan informasi sehingga meningkatkan partisipasi dan kualitas hidup masyarakat. Hal ini bisa dibuktikan dengan meningkatnya jumlah kelas menengah di Indonesia berdasarkan perbandingan &#8230; <a href="http://laksitohdn.wordpress.com/2011/05/30/pertumbuhan-kelas-menengah-di-indonesia/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laksitohdn.wordpress.com&amp;blog=5927005&amp;post=628&amp;subd=laksitohdn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://laksitohdn.files.wordpress.com/2011/05/rumah.jpg?w=143&#038;h=139" alt="" width="143" height="139" />Dewasa ini, terjadi pergeseran struktur social yang cukup signifikan di Indonesia dengan semakin mudahnya akan akses sumber daya dan informasi sehingga meningkatkan partisipasi dan kualitas hidup masyarakat. Hal ini bisa dibuktikan dengan meningkatnya jumlah kelas menengah di Indonesia berdasarkan perbandingan data Bank Dunia yaitu pada 2003 sebesar 37,7 persen populasi menjadi 56,6 persen populasi pada tahun 2010.</p>
<p>Pertumbuhan ini patut diwaspadai bila ditinjau dari berbagai sudut pandang. Di satu sisi, hal ini menjadi peluang bagi tumbuhnya industry-industri barang-barang konsumsi dikarenakan kemampuan daya beli masyarakat yang semakin meningkat akibat munculnya orang-orang kaya. Tapi di sisi lain, realitas ini akan menjadi berbahaya bagi pertumbuhan ekonomi apabila pertumbuhan kelas menengah ini tidak merata pada tiap sector dan daerah.</p>
<p>Pertumbuhan kelas menengah belumlah berarti menghasilkan peningkatan kuantitas penciptaan lapangan kerja. Sebab kelas menengah yang terbentuk ini bisa jadi merupakan kaum profesional dan bukanlah dari kalangan wiraswasta yang menciptakan lapangan pekerjaan. Dan fenomena ini bisa menjadi tidak produktif. Ini disebabkan oleh karena meningkatnya daya beli yang tidak diimbangi dengan meningkatnya produktivitas. Selain itu kelas menengah professional yang konsumtif juga dapat menimbulkan kekacauan dan penurunan pertumbuhan ekonomi bila infratruktur public tidak memadai. Misalkan kemacetan yang sering terjadi sekarang karena meningkatnya daya beli kendaraan pribadi tidak diimbangi jalan raya yang baik.</p>
<p>Ketidakmerataan pertumbuhan kelas menengah ditunjukkan dengan data yang mengatakan bahwa pada medio 2000 sampai 2002, angka kemiskinan turun satu poin lebih, akan tetapi angka kesenjangan ekonomi malah meningkat sebanyak 4 poin. Ini artinya pada satu pihak ekonominya semakin kuat, dan di pihak lain yang miskin tidak beranjak dari tempatnya bahkan bisa jadi menjadi lebih miskin. Hal ini erat kaitannya dengan kenapa begitu penting bagi kita menyoroti apakah kelas menengah yang tercipta berasal dari kaum professional atau wiraswasta.</p>
<p>Pertumbuhan kelas menengah yang tidak merata ini harus disikapi pihak pemerintah dengan menelurkan produk kebijakan yang sesuai. Pemberian subsidi akan berbagai kebutuhan harus diberikan bagi masyarakat kelas bawah agar mereka dapat tumbuh. Utamanya pemerintah harus memperhatikan masalah kebutuhan pokok seperti harga pangan, karena 60% penghasilan kaum miskin dipakai untuk belanja pangan. Aksesbilitas akan pendidikan juga perlu ditingkatkan bagi kalangan ini karena peningkatan intelektual sumber daya manusia adalah kunci tumbuhnya kemampuan ekonomi yang berujung pada pemerataan ekonomi. Sayangnya saat ini pendidikan mayoritas dikuasai oleh kaum menengah ke atas sehingga kaum menengah ke bawah semakin sulit menjangkaunya.</p>
<p>Sementara untuk mengakomodasi banyak munculnya kelas menengah, sarana prasarana publik seperti misalnya angkutan umum, stasiun, jalanan dan lainnya harus ditingkatkan kualitasnya sehingga produktivitas meningkat dan cost yang terbuang dapat dialihkan untuk subsidi kelas bawah. Jika hal ini terjadi maka pertumbuhan ekonomi akan menjadi optimal dan cepat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laksitohdn.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laksitohdn.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laksitohdn.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laksitohdn.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laksitohdn.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laksitohdn.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laksitohdn.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laksitohdn.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laksitohdn.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laksitohdn.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laksitohdn.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laksitohdn.wordpress.com/628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laksitohdn.wordpress.com/628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laksitohdn.wordpress.com/628/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laksitohdn.wordpress.com&amp;blog=5927005&amp;post=628&amp;subd=laksitohdn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/05/30/pertumbuhan-kelas-menengah-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0fc467096b0e5eefc5be128d6443bcc7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">laksitohedi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://laksitohdn.files.wordpress.com/2011/05/rumah.jpg?w=143" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>B. J. Habibie : Anak Bangsa Sang Maestro Teknologi yang Diakui Dunia</title>
		<link>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/05/12/b-j-habibie-anak-bangsa-sang-maestro-teknologi-yang-diakui-dunia/</link>
		<comments>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/05/12/b-j-habibie-anak-bangsa-sang-maestro-teknologi-yang-diakui-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 14:26:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Laksito Hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seri Tokoh Inspirasi Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laksitohdn.wordpress.com/?p=606</guid>
		<description><![CDATA[Kariernya melesat tajam. Dimulai ketika ia mendapat gelar doctor pada usia yang muda (sekitar 30 tahun) kemudian ia masuk ke perusahaan konstruksi pesawat terbang ternama di Jerman bernama MBB. Di situ ia menjabat hingga Direktur Teknik. Kemudian berturut-turut ia menjadi &#8230; <a href="http://laksitohdn.wordpress.com/2011/05/12/b-j-habibie-anak-bangsa-sang-maestro-teknologi-yang-diakui-dunia/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laksitohdn.wordpress.com&amp;blog=5927005&amp;post=606&amp;subd=laksitohdn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/bj_habibie_101205211903.jpg" alt="" width="360" height="260" /></p>
<p>Kariernya melesat tajam. Dimulai ketika ia mendapat gelar doctor pada usia yang muda (sekitar 30 tahun) kemudian ia masuk ke perusahaan konstruksi pesawat terbang ternama di Jerman bernama MBB. Di situ ia menjabat hingga Direktur Teknik. Kemudian berturut-turut ia menjadi Penasihat Presiden RI Soeharto bidang Advance Technology, lalu menjadi Menteri Riset dan Teknologi pada beberapa periode Kabinet Pembangunan, Direktur Utama industry strategis Indonesia PT PAL, IPTN (sekarang PT DI), INKA, dan PINDAD. Ia juga menjadi ketua BBPT, penggagas Puspiptek dan Dewan Riset Nasional, memimpin ICMI selama 10 tahun sejak 1990, dan terakhir menjadi Wakil Presiden RI dalam 2 bulan dan Presiden RI yang ke-3 selama 1,5 tahun.</p>
<p>Bagaimana bisa seorang Habibie melakukan berbagai hal superior itu?<span id="more-606"></span></p>
<p><strong>Awal Perjalanan Rudi Habibie</strong></p>
<p>Habibie kecil lahir di sebuah kota kecil dipropinsi Sulawesi Selatan. Ia tumbuh di kota itu dan bergaul selayaknya anak-anak seusianya. Kemudian pada usia SMA, Habibie muda (dimana ia waktu itu dipanggil dengan sapaan Rudi) memilih hijrah ke kota Bandung dengan pertimbangan pendidikan yang lebih baik. Oleh karenanya Habibie bersekolah di SMA Kristen di jalan Dago. Di sekolah ini juga ia bertemu dengan Ainun Besari, yang kelak akan menjadi istri Habibie.</p>
<p>Setelah lulus SMA, Habibie melanjutkan kuliah pada Fakultas Teknik Universitas Indonesia (sekarang ITB) jurusan Teknik Mesin. Belum genap satu tahun kuliah di situ, ia memutuskan untuk melanjutkan kuliah di luar negeri tepatnya di Jerman dengan sokongan dana yang terbatas dari Ibunya (itu dikarenakan Ayahnya telah meninggal sejak 1950 ketika sedang mengimami shalat Isya berjamaah).</p>
<p>Tibalah sekarang waktunya dia tinggal di Jerman.Kehidupannya saat itu benar-benar sederhana. Habibie terus-menerus bekerja keras dan belajar sehingga kehidupannya berkutat dengan hal it uterus, sehingga ia memiliki waktu yang minim untuk sekedar bersosialita dengan rekan sebayanya. Kemudian dikarenakan mobilitasnya yang tinggi maka suatu ketika pada usianya yang ke-21 tahun ia jatuh sakit. Dan saat itu saking parahnya harapan hidupnya benar-benar tipis. Di saat itulah ada kejadian yang mengharukan, dimana Habibie saat itu menangis dan kemudian menuliskan sebuah sumpah pada notes-nya yang ia simpan sampai sekarang. Sumpah yang isinya adalah Habibie ingin dipanggil untuk membela dan berbakti pada bangsa dan negara (luar biasa ya sumpahnya!hehe)</p>
<p>Berikut ini isi sumpahnya :</p>
<p style="text-align:center;"><em>Sumpahku</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Ibu pertiwi</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Engkau pegangan</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Dalam perjalanan</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Janji Pusaka dan Sakti</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Tanah Tumpah darahku makmur dan suci</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>…..</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Hancur badan!</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Tetap berjalan!</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Jiwa Besar dan Suci</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Membawa aku PADAMU!</em></p>
<p>Pada akhirnya ia dapat bangkit dari sakit keras tersebut dan kembali bekerja keras yang memang sesuai dengan karakter beliau. Semangatnya yang tinggi ini akhirnya mengantarkan Habibie berturut-turut menamatkan jenjang studinya dari S1, S2, sampai S3 dengan tesis S3-nya tentang konstruksi ringan pesawat terbang.</p>
<p><strong>Bertahap Menjadi Ahli</strong></p>
<p>Setelah lulus ia mendapat tawaran dari beberapa perusahaan besar, sampai-sampai manajer Boeing (perusahaan raksasa pesawat terbang)dating sendiri bertemu Habibie dan mengajaknya bergabung. Akan tetapi Habibie menolak karena jika di perusahaan sebesar Boeing, ia tidak dapat belajar melihat masalah dari lingkup keseluruhan dan hanya dari satu sudut pandang. Hal ini ia pikirkan sebab Habibie bercita-cita mengetahui semua hal terkait seluk-beluk industry pesawat agar nanti bisa diaplikasikan ke Indonesia (Subhanallah Bapak Negara kita satu ini!)</p>
<p>Keahliannya dalam bidang advance technology terutama konstruksi ringan membuat pamor Habibie melambung. Rekanannya begitu banyak, gaji dan fasilitas di Jerman memuaskan, penghargaan pun didapat.Hingga suatu ketika Presiden Filipina menemuinya.Presiden itu mengatakan bahwa Habibie adalah kebanggaan ASEAN dan dia berharap Habibie dapat membangun industry strategis di Filipina. Habibie pun menolak dengan alasan bahwa ia hanya akan kembali dari Jerman apabila diminta oleh negaranya yang ia cintai Indonesia.</p>
<p>Sumpah tentang mengabdi pada bangsa itu akhirnya mulai menemukan titik cerah ketika pada suatu waktu Direktur Pertamina yang saat itu dijabat Ibnu Sutowo meminta bertemu Habibie di kota Hamburg. Ibnu disitu berkata bahwa Habibie dipanggil Presiden Suharto datang ke Jakarta. Saat itu Ibnu sendiri mengatakan bahwa ia tidak mengetahui maksud pemanggilan Habibie.</p>
<p>Maka pergilah Habibie ke Jakarta dengan kebingungan.Habibie kemudian menghadap Suharto di rumahnya sendiri Jalan Cendana 8.Ternyata disitu Pak Harto menceritakan impiannya bahwa Indonesia suatu saat harus bisa sejajar dengan negara-negara maju seperti Jepang.</p>
<p>Singkat cerita Habibie ditugaskan oleh Presiden untuk mempersiapkan bangsa Indonesia tinggal landas memasuki abad baru 25 tahun lagi (saat bertemu terjadi tahun 1974) dengan mengembangkan industry manufaktur dan memanfaatkan teknologi canggih.</p>
<p>Dan salah satu produk teknologi canggih yang dapat membangkitkan kebanggaan dan optimisme akan bangsa Indonesia yang diminta oleh Suharto adalah pesawat terbang. Hal inilah yang memunculkan percakapan seperti berikut :</p>
<p>“<em>Kapan saya dapat melihat dan menyaksikan terbang perdana pesawat terbang rekayasa putra-putri Indonesia</em>?” Tanya Presiden.</p>
<p>“I<em>nsya Allah sepuluh tahun lagi tanggal 28 Januari 1984 di ruang yang sama, akan saya sampaikan undangan kepada Presiden RI untuk melihat terbang perdana pesawat rekayasa bangsa Indonesia</em>” jawab Habibie spontan.</p>
<p>Sejarah kemudian mencatat bahwa janji Habibie benar-benar dapat ditepati dengan diterbangkannya CN-235 Tetuko hasil karya anak bangsa pada Desember 1984.</p>
<p><strong>Mempersiapkan Kemajuan Teknologi Bangsa</strong></p>
<p><img class="alignleft" src="http://pustakaiman.files.wordpress.com/2008/07/habibie-for-blog.gif?w=200&#038;h=301" alt="" width="200" height="301" />Pada tahun 1978 Habibie diminta Pak Harto untuk menjadi Menteri Riset dan Teknologi dalam Kabinet Pembangunan 3. Habibie menerimanya dan membuat arah kebijakan Ristek Indonesia lebih kepada pengembangan dan penerapan IPTEK yang meningkatkan proses nilai tambah dan dikaitkan dengan produktivitas SDM dan mikroekonomi. Oleh karenanya ia kemudian membentuk BPPT yang pada tahun 1984 berdiri dan langsung dipimpinnya, Dewan Riset Nasional, Puspiptek, dan Industri-industri strategis.</p>
<p>Industri-industri strategis ini sejalan dengan keinginan untuk meningkatkan daya saing bangsa dengan meningkatkan industry manufaktur dengan memanfaatkan teknologi canggih. Maka muncullah industry-industri tersebut seperti PINDAD di Bandung (industry senjata), INKA (kereta api) di Madiun, PAL di Surabaya (kapal laut), LEN di bidang telekomunikasi, BATAN di bidang nuklir, dan IPTN (sekarang PT DI) di Bandung yang bergerak pada produksi pesawat terbang.</p>
<p>Kemudian pada 10 Agustus 1995 jadilah hari bersejarah bagi Indonesia dengan kesuksesan N-250 Gatotkoco terbang perdana.Pesawat yang murni dibuat oleh tenaga dan pemikiran anak bangsa ini mendapat apresiasi yang tinggi dari public dalam maupun luar negeri.Hal luar biasa hasil karya Habibie ini sekaligus sebagai hadiah ulang tahun emas Republik Indonesia yang ke-50.Dan yang lebih membanggakan lagi adalah pesawat ini adalah yang tercanggih pada saat itu di kelasnya.Saat itu sebanyak 250 insan media dari berbagai negara meliput acara ini.Dan ketika pesawat berhasil terbang, Pak Harto sampai menangis melihat keberhasilan ini.</p>
<p><strong>Manusia Segudang Prestasi</strong></p>
<p>Pada tahun 1994, Habibie mendapatkan penghargaan Edward Warner Award, sebuah penghargaan bergengsi dari International Civil Aviation Organization yang saat itu berulang tahun yang ke 50. Dan penghargaan ini langsung diberikan oleh Sekretaris Jendral PBB saat itu, Boutros Boutros Ghali.</p>
<p>Dua tahun sebelumnya yakni pada 1992, Habibie juga mendapat penghargaan internasional Theodor von Karman Award yang diberikan oleh International Council of the Aeronautical Sciences.</p>
<p>Pada tahun 1994 juga ia ketika itu membuat The 6th International Conference on Scientific Signs in Quran and Sunnah yang diselenggarakan di Bandung. Konferensi itu memuat diskusi tentang keunggulan-keunggulan yang dicapai dunia Islam pada masa lampau maupun sekarang.Acara ini diikuti oleh para ilmuwan-ilmuwan Islam dari 84 organisasi Islam dari 60 negara.Hasil konferensi ini ialah didirikannya sebuah organisasi ilmuwan Islam yang dinamakan IIFTIHAR, singkatan dari International Islamic Forum for Science, Technology and Human Resouces Development.Dan Habibie diamanahkan untuk memimpin organisasi ini hingga sekarang.</p>
<p>Kita mundur lagi ke masa 4 tahun sebelumnya.Ketika itu tahun 1990 dan Habibie di kantornya tiba-tiba menerima beberapa orang perwakilan dari mahasiswa dan pakar.Ternyata mereka sedang mempresentasikan ide mereka untuk membentuk suatu wadah bersama bagi para ilmuwan dan pakar Muslim di Indonesia untuk bersama-sama memikirkan dan bersumbangsih nyata bagi pembangunan Indonesia.Habibie pun tertarik dengan ide itu.</p>
<p>Lalu Habibie pun diundang untuk dating pada musyawarah pertama mereka.Dan ternyata Habibie diminta untuk memimpin organisasi itu, yang dinamakan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI).</p>
<p>Pada akhirnya Habibie pun memimpin organisasi ini selama 10 tahun dan menelurkan banyak manfaat dan prestasi. ICMI berhasil membuat program-program yang menyokong pembangunan bangsa, misalnya dengan munculnya Harian Republika, Dompet Dhuafa yang fokus pada urusan zakat, infaq dan shodaqoh, yayasan Orbit yang memberi beasiswa pada pendidikan menengah (SMA dan S-1), kemudian juga mendirikan sekolah menengah yang mengintegrasikan IPTEK dan IMTAQ yang kita kenal sekarang dengan nama MAN Insan Cendekia yang dibangun di Serpong dan Gorontalo.</p>
<p><strong>Kehidupan Pasca Reformasi</strong></p>
<p>Setelah Sidang Pertanggungjawaban Habibie yang ditolak MPR pada akhir jabatan beliau sebagai Presiden RI, beliau mengatakan bahwa tidak akan mencalonkan diri lagi pada Pemilu dan akan meninggalkan dunia politik praktis.</p>
<p>Akan tetapi karena kecintaanya yang mendalam pada proses demokrasi di Indonesia yang sedang berjalan, ia mendirikan The Habibie Center, sebuah Lembaga yang akan mengawal keberjalanan demokrasi negeri ini sehingga berjalan pada track yang semestinya. Organisasi non-profit ini adalah murni inisiatif dari Habibie sekeluarga, yaitu Habibie sendiri, Ainun istrinya, Ilham dan Thareq anaknya.Sampai sekarang sudah banyak sumbangsih yang diberikan oleh The Habibie Centre utamanya dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.</p>
<p>________________________________________</p>
<p><em>Inilah sekelumit kecil kisah hidup Bacharudin Jusuf Habibie, seorang anak bangsa yang begitu mencintai bangsanya sendiri hingga telah tak terhitung karyanya bagi bangsa ini. Masih banyak hal menarik yang bisa diungkap dari beliau tapi tidak saya tulis disini, mulai dari bagaimana ia menyelesaikan masalah di Indonesia dengan mamakai pemodelan Matematika, bagaimana ia begitu mencintai istri beliau yang kini telah wafat, juga bagaimana ia menghadapi perubahan dinamika social yang begitu mendadak di Indonesia. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari sosok beliau, dan semoga semangat beliau bisa tertularkan kepada kita semua. Amin</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laksitohdn.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laksitohdn.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laksitohdn.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laksitohdn.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laksitohdn.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laksitohdn.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laksitohdn.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laksitohdn.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laksitohdn.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laksitohdn.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laksitohdn.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laksitohdn.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laksitohdn.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laksitohdn.wordpress.com/606/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laksitohdn.wordpress.com&amp;blog=5927005&amp;post=606&amp;subd=laksitohdn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/05/12/b-j-habibie-anak-bangsa-sang-maestro-teknologi-yang-diakui-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0fc467096b0e5eefc5be128d6443bcc7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">laksitohedi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/bj_habibie_101205211903.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://pustakaiman.files.wordpress.com/2008/07/habibie-for-blog.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Industri Kreatif untuk Bangsaku</title>
		<link>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/03/07/industri-kreatif-untuk-bangsaku/</link>
		<comments>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/03/07/industri-kreatif-untuk-bangsaku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Mar 2011 13:31:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Laksito Hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta Indonesiaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laksitohdn.wordpress.com/?p=599</guid>
		<description><![CDATA[Saya memanggilnya kreativitas. Yaitu kemampuan untuk berdaya cipta yang memiliki added value. Kreativitas bukanlah sesuatu yang langsung bisa didapatkan melalui berbagai macam buku dan rumusan-rumusan. Kreativitas muncul ketika terdapat proses interaksi yang intens antara pemikiran dan realitas. Realitas yang kadang &#8230; <a href="http://laksitohdn.wordpress.com/2011/03/07/industri-kreatif-untuk-bangsaku/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laksitohdn.wordpress.com&amp;blog=5927005&amp;post=599&amp;subd=laksitohdn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://laksitohdn.files.wordpress.com/2011/03/creative-thinking.jpg?w=240&#038;h=240" alt="" width="240" height="240" />Saya memanggilnya kreativitas. Yaitu kemampuan untuk berdaya cipta yang memiliki <em>added value</em>. Kreativitas bukanlah sesuatu yang langsung bisa didapatkan melalui berbagai macam buku dan rumusan-rumusan. Kreativitas muncul ketika terdapat proses interaksi yang intens antara pemikiran dan realitas. Realitas yang kadang semakin menghimpit diri, dan di suatu konsep komunitas di negeri ini, muncullah para pelakon hidup dengan segala keterbatasannya. Merekalah yang selalu memiliki modal berharga bernama Kreativitas, mereka yang kita panggil Usaha Kecil dan Menengah.</p>
<p>Industri kreatif dalam diskursus konsep ekonomi mulai marak pada era Milenium kedua ini, dimana gejalanya adalah banyak munculnya usaha kecil dan sektor informal, termasuk di Indonesia. Perbedaan mendasar Indonesia dengan negara luar adalah, di luar sana industri kreatif dibasiskan pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan di Indonesia lebih banyak bersumber pada nilai-nilai dan kearifan lokal yang coba terus diangkat.<span id="more-599"></span></p>
<p>Maka ijinkanlah saya membahasnya sekarang pada konteks industri kerajinan. Kita tahu dan pasti sadar bahwa begitu banyak karya budaya kita yang eksotis dan mencitrakan keluhuran budaya rakyat Indonesia. Dan hal ini mestinya juga dapat menjadi kekuatan ekonomi Indonesia di mata dunia. Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa kekuatan ekonomi negara ini ditopang oleh sektor UKM dan informal, yaitu unit ekonomi berbentuk usaha rumah tangga.</p>
<p>Industri ini patutlah dikembangkan. Bahwa suatu keniscayaan ketika kita menyebut perekonomian Indonesia didasarkan pada perekonomian berbasis rakyat kecil. Rakyat yang memproduksi, rakyat yang memberi nilai tambah sebesar-besarnya, dan rakyat pula yang nantinya akan menikmati hasilnya. Maka kemudian menjadi tugas bersama kita semua untuk menumbuhkan iklim yang baik bagi perkembangan industri kreatif ini.</p>
<p>Hasilnya mulai terlihat sekarang ini. Berbagai macam pameran muncul, training-training dan workshop pun menjamur, dan juga <em>angel investor</em> yang mulai banyak melirik industri ini. Permasalahannya adalah, proses ini harus kita kawal dengan baik, jangan sampai ini hanya jadi pelangi, indah namun hanya sekejap saja. Pihak pemerintah harus mendayagunakan badan mereka dengan benar sehingga birokrasi tidak berputar-putar, insentif berjalan dengan baik, dan memunculkan kebijakan yang pro pada menumbuhkan daya saing yang berkualitas di negeri ini (bukan memberi ruang bebas bagi para pemodal besar yang akan mematikan industri kecil). Sehingga para pelaku yang sudah turut bermain sejak lama mampu <em>survive</em>, dan muncul juga para <em>sociopreneur </em>dan<em> creativepreneur </em>baru yang dinamis dan inovatif.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://laksitohdn.files.wordpress.com/2011/03/model.jpg?w=504&#038;h=410" alt="" width="504" height="410" /></p>
<p>Oleh karenanya, mestinya butuh usaha ekstra lagi agar konsep hubungan <em>triple helix </em>dapat berjalan dengan sinergis, yaitu antara kaum cendekiawan, para pembuat kebijakan dan pihak bisnis. Hal ini patut dijadikan fokus utama agar pondasi industri kreatif yang telah dibangun ini dapat berjalan terus dan akhirnya menjadi suatu bangunan yang kokoh dan  berkesinambungan seperti tertera di <em>Rencana Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025</em>.</p>
<p>Mari kita sebut itu kreativitas. Sebuah kekuatan luar biasa yang mampu membangun kemandirian Indonesia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laksitohdn.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laksitohdn.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laksitohdn.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laksitohdn.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laksitohdn.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laksitohdn.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laksitohdn.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laksitohdn.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laksitohdn.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laksitohdn.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laksitohdn.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laksitohdn.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laksitohdn.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laksitohdn.wordpress.com/599/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laksitohdn.wordpress.com&amp;blog=5927005&amp;post=599&amp;subd=laksitohdn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/03/07/industri-kreatif-untuk-bangsaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0fc467096b0e5eefc5be128d6443bcc7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">laksitohedi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://laksitohdn.files.wordpress.com/2011/03/creative-thinking.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://laksitohdn.files.wordpress.com/2011/03/model.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Besar Dari Orang Kecil</title>
		<link>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/02/13/belajar-besar-dari-orang-kecil/</link>
		<comments>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/02/13/belajar-besar-dari-orang-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Feb 2011 13:55:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Laksito Hedi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah dan Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laksitohdn.wordpress.com/?p=588</guid>
		<description><![CDATA[Sudah cukup lama juga nggak nulis sesuatu yang benar-benar tulisan. Oke, akhirnya sempat juga untuk menulis lagi, suatu tulisan yang naratif lagi. Tulisan ini adalah cerita tentang sebuah keluarga. Sejujurnya saya tidak tahu nama masing-masing mereka. Sepasang suami istri yang &#8230; <a href="http://laksitohdn.wordpress.com/2011/02/13/belajar-besar-dari-orang-kecil/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laksitohdn.wordpress.com&amp;blog=5927005&amp;post=588&amp;subd=laksitohdn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah cukup lama juga nggak nulis sesuatu yang benar-benar tulisan. Oke, akhirnya sempat juga untuk menulis lagi, suatu tulisan yang naratif lagi.</p>
<p>Tulisan ini adalah cerita tentang sebuah keluarga. Sejujurnya saya tidak tahu nama masing-masing mereka. Sepasang suami istri yang sehari-harinya menafkahi hidup mereka dengan membuka toko kelontong. Dan kebetulan saya adalah orang yang cukup sering belanja ke sana. Yah&#8230;untuk sekedar beli mie instan (maklum mahasiswa.hehe) atau goreng-gorengan kalo lagi pengen ngemil.</p>
<p>Saya memanggil mereka cukup dengan &#8216;Pak&#8217; dan &#8216;Bu&#8217;. Menyesal juga sampai sekarang tidak mengetahui dengan pasti nama mereka, padahal saya sering berinteraksi dengan mereka. Beliau-beliau ini selain membuka toko kelontong seharian, juga setiap pagi hari mereka berjualan nasi kuning di depan tokonya. Nah berhubung saya sering bingung mencari sarapan (dan sering malas memasak sendiri) jadinya saya beli nasi kuning di sini.</p>
<p>Kebiasaan membeli sarapan disini lah yang membuat saya kenal dengan mereka, karena saya jadi sering ngobrol-ngobrol. Mereka pernah bilang ke saya bahwa mereka berjualan nasi kuning dikarenakan kalau sekedar membuka toko kelontong saja tidaklah cukup membiayai kehidupan sehari-hari mereka (dan lagi memang toko mereka kecil sih). Apalagi sekarang banyak dibuka minimarket-minimarket yang tentunya lebih sering didatangi oleh orang-orang karena lebih lengkap, praktis dan terkesan modern. Jadilah penghasilan toko kecil seperti milik mereka semakin berkurang (dalam hati langsung ngerasa gak enak, berhubung saya emang lebih sering belanja di minimarket juga.hehe.maaf pak bu!)</p>
<p>Toh pada faktanya mereka terlihat sangat ikhlas dalam menjalani hidup mereka. Untuk informasi tambhan, rumah tempat mereka tinggal ya toko mereka tersebut, yang berukuran tidak lebih dari 4&#215;4 meter.Saya yakin kalau saya yang dalam kondisi seperti itu saya merasa sumpek. Tapi ternyata tidak buat mereka. Saluuuut&#8230;!!</p>
<p>Dari cerita mereka saya menjadi mengambil banyak nilai moral. Bersyukur adalah hal pertama yang saya sadari, karena mau seperti apapun kehidupan saya jauh lebih baik dibanding mereka. Selain itu saya jadi belajar bahwa mau bagaimanapun Allah mengatur kehidupan kita, ya kita harus ikhlas dalam menjalaninya dan tetap beikhtiar untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.  Karena rezeki setiap hamba telah dijamin oleh Allah. Allah pun telah menetapkan kadar dan takaran bagian atau porsi rezeki tiap hamba (Coba lihat Al-Quran surat Hud ayat 6).</p>
<p>Terimakasih ya Pak dan Bu ^^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laksitohdn.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laksitohdn.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laksitohdn.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laksitohdn.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laksitohdn.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laksitohdn.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laksitohdn.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laksitohdn.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laksitohdn.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laksitohdn.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laksitohdn.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laksitohdn.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laksitohdn.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laksitohdn.wordpress.com/588/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laksitohdn.wordpress.com&amp;blog=5927005&amp;post=588&amp;subd=laksitohdn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laksitohdn.wordpress.com/2011/02/13/belajar-besar-dari-orang-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0fc467096b0e5eefc5be128d6443bcc7?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">laksitohedi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
