Milanku Kini

Kali ini saya ingin membahas tentang klub raksasa sepakbola eropa, AC Milan. Kenapa saya membahas Milan?tentu saja karena saya adalah fans Milan. Seorang fans yang sedang sedih dengan nasib klub pujaannya sekarang yang tidak bisa mengalahkan (boro-boro mengalahkan, mengusik aja g bisa!) rival bebuyutannya, Internazionale Milan. Kenapa Milanku yang 2 tahun lalu berjaya di pentas eropa sekarang melempem tanpa suara? keadaan ini sebenernya telah terprediksi sejak tahun lalu. Ketika Adriano Galliani (vice president Milan) merasa skuad yang ada, yang notabene adalah skuad juara eropa, sudah cukup mumpuni dan tidak perlu ada penambahan lagi. Akibatnya Milanku benar-benar hancur remuk musim lalu. Bahkan untuk sekedar masuk zona Champions League saja tak bisa.

Untungnya musim ini Milan sadar bahwa harus ada pembenahan. Tapi sampai pertengahan musim, Milan toh masih tertaih-tatih mengejar Inter di puncak klasemen. Ada apa dengan Milan?menurut saya faktor utamanya adalah faktor motivasi dan tidak adanya perubahan. Memang ada banyak pembelian musim ini, tapi berapa pembeliankah yang efektif?paling hanya ronaldinho saja yang termasuk hitungan transfer sukses. Shevchenko? ahh….saya anggap orang ini sudah habis dibuat tak berdaya oleh Chelsea. Senderos pun sejak dipinjam selalu berkutat dengan cederanya. Yang tidak masuk akal lagi adalah, bahwa semua orang tahu Milan itu krisis bek (yang telah diisi oleh mesin2 tua) tapi yang ditransfer Galliani adalah para pemain2 menyerang. Tahpapa Galliani ini..:(

Faktor motivasi adalah kunci utama di sini. Saya melihat pemain2 seperti Seedorf, Pirlo dll telah hilang motivasinya untuk bermain dengan penuh semangat. Kita bisa lihat permainan Seedorf yang seolah-olah malas berlari, dan tidak mau mengejar bola. Faktor pelatih yang telah lama dengan strateginya yang usang(baca:itu-itu melulu) juga adalah faktor lain kemunduran Milan. Dengan hanya mengandalkan keajaiban Kaka, Milan berkali-kali lolos dari lubang maut. Tapi sampai kapan Milan bergantung pada Kaka?kita bisa lihat permainan Milan tanpa Kaka ketika Milan dibantai Juventus 4-2.

Jadi sebenarnya saya ingin mengajukan 2 solusi. Pertama, ganti Carlo Ancelotti. Pelatih ini terlihat sudah tidak bergairah di Milan, apalagi strateginya sudah diketahui oleh hampir semua tim-tim Seri-A. Kedua, revolusi skuad Milan. Peremajaan skuad adalah hal mutlak yang harus dilakukan. Buang pemain-pemain tak dibutuhkan di tim macam Remason(baca:Emerson) dan ganti dengan pemain2 muda atau pemain bertalenta dari primavera. Toh pemain primavera Milan ajib-ajib. Ada Darmian, Strasser, Balzaretti, dan belum lagi the next Inzaghi yang sekarang dipinjamkan di Parma, Alberto Paloschi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s