TPB Dalam Aspek Sosiopolitikkultural

Tahap Persiapan Bersama, adalah sebutan yang paling akrab untuk disematkan pada mahasiswa tingkat 1 di ITB. Masa ketika angkatan baru mulai meraba kehidupan yang terjadi di ITB. Masa ketika semuanya menjadi hal baru bagi suatu angkatan di ITB. Yang dalam perjalanannya hingga sekarang, TPB yang dulunya langsung masuk ke jurusan, sekarang menjadi masuk ke lingkup fakultas terlebih dahulu. Sehingga ketika dulu tingkat 1 sudah melalui masa orientasi jurusan, sekarang masa itu baru dilalui di tingkat kedua. Yang berarti bahwa kultur di ITB telah berubah.

Dalam pandangan para mahasiswa yang lebih senior, seringkali mahasiswa TPB ditepikan dan yang paling parah dilecehkan dengan dihina-hina. TPB yang dianggap kumpulan anak-anak oportunis yang egois yang cuma memikirkan diri sendiri. Mahasiswa-mahasiswa pengincar IP 4. Keegoisan sehingga berlomba-lomba saling menonjolkan diri. Dianggap tidak ada kekompakan di sana. Karena kata orang vakumnya kaderisasi pada masa itu menjadi sebabnya.

Yang sebenarnya saya pikirkan adalah bahwa TPB adalah korban dari sistem. Sebuah sistem yang dirancang ideal namun sayangnya pada pelaksanaannya mengandung banyak cacat. Ketika muncul image TPB seperti di atas, maka seharusnya yang dipersalahkan bukan anak TPB-nya, akan tetapi massa kampus yang punya kebijakan dan kontrol(pimpinan lembaga). Orang-orang yang harusnya bertanggung jawab atas segala tindak-tanduk TPB. Sayangnya seringkali (atau bahkan selalu) massa kampus ini (lembaga-lembaga yang ada) tidak menyadari dan tidak perduli atas tanggung jawab ini.TPB dibiarkan menjadi massa mengambang tanpa punya pegangan dan anutan. Kasarnya, kaderisasi berjenjang (yang disebut-sebut oleh massa kampus sebagai Grand Design Kaderisasi) yang dijanjikan di awal untuk mahasiswa TPB hanya jadi omong kosong belaka. Akhirnya efek yang timbul adalah TPB mencari jati dirinya sendiri.Menyadari hak dan kewajibannya sebagai mahasiswa yang utuh dan agent of change pun dilakukan sendiri. Yang menyebabkan TPB merasa tak direkrut dan buta untuk berjalan kemana karena tidak ada tuntunan.

Konsepsi KM ITB untuk membentuk mahasiswa yang ideal dan sarjana yang utuh tidak berlanjut ditanamkan pada TPB. DI awal, InKM telah menginisiasinya, akan tetapi setelah itu lepaslah semua. Dari waktu InKM sampai mahasiswa TPB masuk ke tingkat 2 dan memulai orientasi jurusan masing-masing tidak ada penanaman tentang hal ini(perkecualian untuk beberapa TPB yang mengikuti kaderisasi unit-unit tertentu). Ini menjadi missing link yang besar bagi mahasiswa TPB. Ada jeda setahun yang tidak berisi apa-apa.Akhirnya kalau keadaan kemahasiswaaan di ITB berjalan seperti ini terus maka yang terjadi sistem ini akan terus berlanjut, karena penanaman berjenjang tidak dilakukan, dan terjadilah pengulangan terus-menerus terhadap angkatan-angkatan baru.

Dan kembalilah ke kondisi awal. TPB dalam sisi sosial tetap akan dianggap cupu, tidak tahu apa-apa, dan diunder-estimatekan oleh tiap elemen kampus. Dalam sisi kultural TPB jadi benar-benar akademis sentris dan study oriented, yang rutinitasnya hanya kampus kosan-kampus kosan, yang bisanya cuma hura-hura dan senang-senang (main kartu di CC Barat salah satunya). Dan dari sisi politik TPB terus akan tidak punya hak pilih dalam pemilihan presiden kabinet KM, dan tidak punya hak bicara dalam forum apapun yang dilakukan di kampus ini.

Apa ini terus berlanjut?wahai para pelaksana sistem, kapan kalian menjalankan sitem ini dengan ideal, sehingga terbentuk TPB yang ideal juga?untuk 2008, siap untuk jadi titik balik perubahan?

(mengutip kata-kata dari bung Dika)Tuhan, karena sesungguhnya kekuatan dan keberanian muncul dari besarnya mimpi kami, maka teguhkanlah hati kami untuk selalu bisa bermimpi besar bagi kemajuan umat manusia di muka bumi ini. Amin.

Laksito Hedi Dwi Nugroho
16908052
TPB (cupu!) yang berjuang untuk mengidealkan TPB

One response to “TPB Dalam Aspek Sosiopolitikkultural

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s