Met Milad Untuk ITB Yang (sudah) Tua

Sejarah terus bergulir. Mengalirkan waktu untuk terus berputar demi melahirkan generasi demi generasi penerus umat. Ketika ITB diresmikan pada 1959, maka harapan bangsa ini terletak pada pundak setiap orang yang bergelut di dalamnya. Institut ini terbaik bangsa. Bukan kalimat arogan, tapi fakta menjulang yang selalu didengungkan untuk mengobar semangat kebangsaan para civitasnya. Dan kampus ini memang menelurkan orang-orang yang tahu bahwa ada amanat rakyat di bahunya, sehingga dengan sadar melakukan aksi nyata untuk kontrol sosial terhadap bangsa ini. Yang menjadikan setiap generasi yang tiap tahunnya keluar dari kampus ini akan berteriak dengan lantang,”saya adalah putra-putri terbaik bangsa, yang telah tiba saatnya kini untuk mengabdi dan membangun negeri!”

Kampus tua ini jadi saksi sejarah ketika harus ada bentrok mahasiswa dengan praja akademi kepolisian gara-gara masalah sepakbola, yang menimbulkan korban jiwa. Kampus tua ini jadi saksi ketika serombongan militer datang untuk melakukan aksi atas nama ‘keamanan’ dan langsung dihadang dengan barikade manusia yang dengan bangga menyanyikan lagu Indonesia Raya. Jadi saksi ketika tahun 1977 Dewan Mahasiswa menolak kenaikan kembali incumbent presiden Soeharto . Masih jadi saksi sejarah ketika pergerakan mahasiswa yang dinamis harus dikebiri demi kepentingan penguasa, yang melahirkan NKK/BKK yang tak jelas arah dan tentu saja melahirkan amarah. Dan kampus ini pasti masih ingat ribuan alumninya yang telah banyak berjasa bagi negeri ini. Kampus ini pasti tahu gerak-gerik setiap penghuninya yang mencoba membangun mimpi demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Dan saat ini dunia masih mengizinkan ITB merayakan dies emasnya dengan segala kemeriahannya. Menerjang zaman untuk terus berharap akan menelurkan lebih banyak lagi orang-orang hebat yang akan membangun negeri ini. Diiringi dengan semakin sulitnya kampus ini untuk berdiri sendiri. Apalagi dengan lepas tangannya pemerintah dengan BHP-nya. Makin tertatihlah kampus rakyat ini untuk terus hidup.

Tapi api itu harusnya tetap berkobar. Tidak boleh padam, dan tak boleh dikoyak siapapun. Dan inilah kampusku sekarang. Dengan warna yang cukup berbeda dibanding dulu. Orang atas yang sedikit komersil. Orang atas yang demikian sentimentil terhadap pergerakan mahasiswa, sekecil apapun itu. Ditambah mahasiswa mayoritas yang makin apatis. Autis karena hanya mementingkan arogansi dan kebanggaan semu dibanding kesatuan bersama. Mahasiswa penganut sistem self oriented, kerja di perusahaan bonafit, dapat gaji 8 digit, ongkang-angking kaki. Mahasiswa yang hidup untuk dirinya sendiri, dan yang senang berkata “buat apa gw mikirin orang lain!”. Mahasiswa yang tentu saja tidak memikirkan rakyat, wong mereka terlalu dimanja dengan gelimang uang orang tua mereka. Lalu efeknya, tentu saja kontrol sosial itupun semakin memudar untuk tidak bisa dibilang telah mati. Kemanakah fungsi dan peranan mahasiswa yang (dulu) dianggap sebagai strata sosial tersendiri yang menyambungkan rakyat dengan penguasa?

Terlalu muluk untuk berharap banyak di hari bahagia kampus tua ini. Namun satu yang pasti. Keinginan untuk melihat kampus tua ini begitu jumawa seperti dulu lagi akan terus ada. Bermimpi suatu saat nanti semua orang di dalam kampus ini sadar kembali, bahwa kampus ini dibangun bukan untuk melahirkan manusia-manusia egois pengecut yang acuh dan hanya bisa lari kabur membawa emasnya sendiri. Bahwa harusnya semua sadar kampus ini dibangun oleh rakyat, dipelihara oleh rakyat, yang tentu saja menjadikan konsekuensi bagi elemen kampus ini untuk berbuat segala sesuatunya atas nama sumbangsih demi bangsa. Karena sesungguhnya cita-cita pendidikan yang diamanatkan oleh Muhammad Hatta terlalu luhur untuk dicemarkan oleh hal-hal yang bersifat pribadi.

Untuk Insitut Teknologi Bandung, Selamat Ulang Tahun!
terus berkarya membangun negeri

3 responses to “Met Milad Untuk ITB Yang (sudah) Tua

  1. gw setuju sih sama lo… tapi kayaknya ngk baik buat mandang orang2 mau ip terus… mau ngk mau kita jgn mendeskriditkan mereka terus kan!? kalo kita berpikir begini terus yaa… orang2 akan jadi seperti itu terus…. ngk seperti yg kita harapkan ^^

  2. udah diedit tuh mas!
    pada dasarnya IP tinggi itu penting…..sayangnya saya ini hilang motivasi untuk memperjuangkannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s