Prediksi Partai Pada Pemilu 2009(part 1)

Saat ini sudah semakin dekat saja dengan waktu puncak ‘pesta demokrasi’. Masa kampanye telah dimulai, dan arak-arakan partai pun telah dilaksanakan. Kini sudah waktunya kita untuk mulai menimbang-nimbang partai manakah yang akan kita pilih nantinya.

Dalam pemilu kali ini, tercatat ada 34 partai yang ikut berpartisipasi. Lalu partai manakah yang akan mewarnai perpetaan politik Indonesia?Di sini saya akan mengira-ngira parpol mana saja yang sangat mungkin menjadi peran utama dalam mainstream pemilu kali ini.

1. Partai Golongan Karya (Golkar)

Kekuatan utama Pemilu 2009 selain PDI-P. Berisi kader-kader yang kenyang pengalaman politik sekaligus profesor-profesor di bidangnya. Partai ini punya segalanya untuk jadi pemenang pemilu 2009. Yang jadi kekurangannya mungkin hanyalah belum adanya figur yang benar-benar bisa dijadikan icon partai macam SBY di Demokrat atau Megawati di PDI-P. Kelemahan lainnya dalah kader-kadernya beberapa kabur dan bergabung atau mendirikan partai baru seperti Prabowo yang mendirikan Gerindra. Akses suaranya mungkin akan banyak dari para PNS, karyawan dan kaum menengah.

2. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)

Karena ada beberapa friksi yang terjadi di internal partai, senasib dengan Golkar, partai ini juga terkena badai hengkang kader-kadernya. Banyak dari kadernya itu yang bergabung dengan ‘PDI-P versi baru’ yaitu Partai Demokrasi Pembaruan, seperti Roy BB Janis dll. Partai ini sangat kuat menonjolkan figur Megawati-nya, dan sering membawa-bawa embel-embel Soekarno dalam setiap publikasinya.Sumber suara akan banyak diperoleh melalui masyarakat kelas bawah, terutama pengagum fanatik Bung Karno dan ajaran Marhaenisme. Masih terdapat peluang untuk mengalahkan Golkar asal pergerakan yang dilakuka Bu Mega tidak salah langkah.

3. Partai Demokrat

Sama seperti PDI-P, partai ini adalah partai yang berbasiskan ketokohan. Siapa lagi tokohnya kalu bukan Susilo Bambang Yudhoyono. Tujuan partai ini seakan menjadi jelas, yaitu mengusung pak SBY (yang notabene incumbent) sebagai presiden untuk periode 2004/2009. Dengan tagline  ‘Lanjutkan!’-nya  yang cukup terkenal, saya kira partai ini masih punya suara dari orang-orang yang puas dengan kinerja pemerintahan pak SBY di masa lalu atau setidaknya masih berharap lebih kepada pak SBY.

4. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Partai ini adalah partai yang berbasis pengkaderan. Inilah yang menjadi alasan kenapa kader-kadernya punya kadar loyalitas dan dedikasi yang kuat. Berazas keislaman, sampai saat ini partai ini masih punya reputasi yang baik di mata masyarakat sebagai partai yang ‘bersih dan peduli’. Ditambah lagi untuk pemilu kali ini kata-katanya sehingga menjadi ‘bersih, peduli dan profesional’ yang menunjukkan bahwa PKS mampu mengemban amanah untuk menjalankan pemerintahan dengan baik.  Karena kuatnya branding image partai ini, banyak sekali black campaign dari partai-partai lain maupun oknum-oknum yang tidak suka dengan pergerakan partai ini. Sosok potensial pada partai ini adalah Hidayat Nurwahid, tokoh yang digadang-gadang sebagai capres alternatif, sekaligus mentan ketua MPR (karena sebentar lagi turun) yang telah sukses menunjukkan dengan baik bagaimana seharusnya seorang pejabat tinggi publik bersikap. Suara untuk partai ini akan mengalir banyak dari kalangan mahasiswa, aktivis ormas, kaum intelektual, dan para profesional.

5. Partai Amanah Nasional (PAN)

Sepeninggal Amien Rais, di tangan Soetrisno Bachir partai ini seakan menjadi mediator yang baik bagi kalangan artis dan entertainment yang ingin nyaleg. Sampai-sampai ada plesetan dari masyarakat bahwa PAN singkatan dari ‘Partai Artis Nasional’. Karena hal demikian itu partai ini disebut-sebut sudah tidak berkarakter lagi. Seperti halnya kebanyakan partai lama lain, PAN juga mengalami konflik internal sehingga memunculkan partai baru bertitel ‘Partai Matahari Bangsa’. Yang pada akhirnya, warga dan simpatisan Muhamadiyah yang dulunya suaranya mutlak diberikan pada PAN, sekarang harus terpecah antara PAN dan PMB. Tapi, nama besar Amien Rais yang masih melekat pada PAN tetap bisa jadi poin penting pendulangan suara PAN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s