Mengapa JK-WIN Kalah?

Saya adalah termasuk orang yang bersimpati atas isi kampanye dari pak Jusuf Kalla. Dan ketika saya melihat rekan-rekan saya yang cukup terdidik juga melakukan hal yang sama, saya jadi yakin bahwa setidaknya pak JK bisa menembus putaran 2. Tapi apa nyana, bahkan beliau berada pada posisi buncit dalam perolehan suara Pilpres ini. Sebenarnya apa yang menyebabkannnya?

1. Menurut survei LSI, mayoritas masyarakat sudah mempunyai pilihan akan presidennya jauh sebelum masa kampanye dimulai. Artinya apa? artinya seberapa gencar seorang capres berkampanye, berdebat, pasang visi misi dan proker-proker lainnya, tidak akan berpengaruh banyak, karena masyarakat sudah punya pilihan yang tidak bisa diganggu gugat (hanya beberapa persen saja yang bisa diguncang)

2. Kader Golkar sebagai konstituen pendukung JK-WIN ternyata tidak solid. Dalam partai ini, terjadi banyak friksi internal antara pilihan JK atau SBY. Dari sinilah asal menghilangnya suara, karena massa akar rumput tidak tersentuh tim kampanye JK, dan hasilnya mereka tidak pernah mendapatkan bahan kampanye JK dengan baik. Dan itu sebabnya pula SBY punya suara tambahan, yang pastinya juga berasal dari massa Golkar.

3. Berbeda dengan 2 rivalnya, JK berada pada positioning yang serba tanggung. SBY adalah incumbent, sedangkan Mega dengan konsisten selalu jadi oposan. Nah disini, JK seperti berada di tengah-tengahnya, dan ini membuat rakyat menjadi tidak simpatik karenanya. (dianggap seperti kucing dalam selimut, menyerang SBY padahal masih ada di dalam pemerintahan juga)

4.Ini menurut saya poin utamanya. Dalam pilpres Indonesia, janji kampanye, visi misi, program kerja, perform ketika debat adalah poin kesekian dari pertimbangan orang dalam memilih. Yang pertama tentu saja branding image, yang disini saya sebut sebagai politic lipstic. SBY seperti yang kita ketahui punya image sangat kuat. Kepribadiannya mempesona, santun, sopan, dan tenang. Ibu-ibu pinggiran dengan tingkat pendidikan rendah tentu tidak akan ambil pusing denga strategi imagologi ini. Sedangkan JK, profilnya terkesan tidak simpatik. Ia kecil, ceplas ceplos, tidak jaim, lincah (yang sayangnya, justru terlihat tidak memesona) walau isinya bagus, tapi sayangnya rakyat Indonesia tidak melihat itu. Publik seakan menjadi lebih tidak senang ketika JK menyerang kerja SBY, padahal ia dianggap masih bagian dari pemerintahan.

5. Rakyat Indonesia berada pada comfort zone pada era SBY. Ini menyebabkan mereka tetap memilih SBY karena hal itu. Rakyat belum siap melihat perubahan-perubahan drastis dan tikungan-tikungan tajam ala JK.

6. Faktor Wiranto. Rakyat tidak suka dengan figur Wiranto yang dianggap warisan dari Orde Baru. Dan ini ditengarai sebagai faktor pereduksi suara JK.

Sekian dari banyak alasan. Ada yang mau menambahkan?

4 responses to “Mengapa JK-WIN Kalah?

  1. Manuver-manuver JK yg ngeclaim (kayak di Aceh) itu juga memperburuk imej dia sementara SBY ngeluarin iklan yg “terima kasih Indonesia”. Walopun sebenernya wajar JK ngeclaim, soalnya semua prestasi yg ada skg kan adalah prestasi pemerintah, tapi yg mendapatkan imej baiknya adalah SBY.

    Terus entah kenapa, JK dalam beberapa kampanyenya terkesan sombong. Mungkin itu juga yg menyiutkan suaranya

  2. Hohoho.. mangstap to’ aku juga nyontreng JK tp tetep keok.

    Ada satu tambahan, fenomena pengaruh adat (Jawa / entah dengan adat lain). Kebetulan lagi mudik jadi nyontreng disini.

    Pak A : Nyontreng apa mbah?
    Mbah B : SBY pak, lha JK bukan orang jawa trus Mega itu perempuan ga elok kalo jadi pemimpin.

    Fenomena ini banyak terjadi sekitarku pas nyontreng kemarin, terutama kalangan orang tua.

  3. tambahan, karena JK seorang Pengusaha dan bukan orang Jawa. Menurut gw masih banyak orang yg berpikir bahwa memang seharusnya pemerintahan dipegang oleh orang2 asli jawa karena negara kita kan emang pusatnya di Jawa. Terus, masalah pengusaha, Indonesia masih trauma banget dengan label “kroni2” pas jamannya Soeharto, di mana org2 dekat beliau punya kesempatan besar untuk mengembangkan bisnis mereka dengan backingan Soeharto….

    Btw, nice analysis to. =)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s