Belajar Besar Dari Orang Kecil

Sudah cukup lama juga nggak nulis sesuatu yang benar-benar tulisan. Oke, akhirnya sempat juga untuk menulis lagi, suatu tulisan yang naratif lagi.

Tulisan ini adalah cerita tentang sebuah keluarga. Sejujurnya saya tidak tahu nama masing-masing mereka. Sepasang suami istri yang sehari-harinya menafkahi hidup mereka dengan membuka toko kelontong. Dan kebetulan saya adalah orang yang cukup sering belanja ke sana. Yah…untuk sekedar beli mie instan (maklum mahasiswa.hehe) atau goreng-gorengan kalo lagi pengen ngemil.

Saya memanggil mereka cukup dengan ‘Pak’ dan ‘Bu’. Menyesal juga sampai sekarang tidak mengetahui dengan pasti nama mereka, padahal saya sering berinteraksi dengan mereka. Beliau-beliau ini selain membuka toko kelontong seharian, juga setiap pagi hari mereka berjualan nasi kuning di depan tokonya. Nah berhubung saya sering bingung mencari sarapan (dan sering malas memasak sendiri) jadinya saya beli nasi kuning di sini.

Kebiasaan membeli sarapan disini lah yang membuat saya kenal dengan mereka, karena saya jadi sering ngobrol-ngobrol. Mereka pernah bilang ke saya bahwa mereka berjualan nasi kuning dikarenakan kalau sekedar membuka toko kelontong saja tidaklah cukup membiayai kehidupan sehari-hari mereka (dan lagi memang toko mereka kecil sih). Apalagi sekarang banyak dibuka minimarket-minimarket yang tentunya lebih sering didatangi oleh orang-orang karena lebih lengkap, praktis dan terkesan modern. Jadilah penghasilan toko kecil seperti milik mereka semakin berkurang (dalam hati langsung ngerasa gak enak, berhubung saya emang lebih sering belanja di minimarket juga.hehe.maaf pak bu!)

Toh pada faktanya mereka terlihat sangat ikhlas dalam menjalani hidup mereka. Untuk informasi tambhan, rumah tempat mereka tinggal ya toko mereka tersebut, yang berukuran tidak lebih dari 4×4 meter.Saya yakin kalau saya yang dalam kondisi seperti itu saya merasa sumpek. Tapi ternyata tidak buat mereka. Saluuuut…!!

Dari cerita mereka saya menjadi mengambil banyak nilai moral. Bersyukur adalah hal pertama yang saya sadari, karena mau seperti apapun kehidupan saya jauh lebih baik dibanding mereka. Selain itu saya jadi belajar bahwa mau bagaimanapun Allah mengatur kehidupan kita, ya kita harus ikhlas dalam menjalaninya dan tetap beikhtiar untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.  Karena rezeki setiap hamba telah dijamin oleh Allah. Allah pun telah menetapkan kadar dan takaran bagian atau porsi rezeki tiap hamba (Coba lihat Al-Quran surat Hud ayat 6).

Terimakasih ya Pak dan Bu ^^

2 responses to “Belajar Besar Dari Orang Kecil

  1. bener to…
    banyak berinteraksi ama orang-orang seperti mereka cukup banyak mempengaruhi karakter ama pola pikir kita jadi lebih sederhana

    *maap kalo sotoy , gw niatnya cuma nge-junk di blog lw😀

  2. iya juga siy, greed is not good.. yang penting gmana kita mensyukuri rezeki kita brader tito..semoga lancar terus menulisnya ya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s