Kontroversi Sang Ketua DPR

Kalau kita mengamati media yang makin bergentayangan di sekitar kita akhir-akhir ini, baik itu cetak maupun elektronik, kita pasti mengetahui isu negeri ini yang sedang hangat-hangatnya, yaitu kontroversi Marzuki Alie, anggota DPR dari Partai Demokrat sekaligus Ketua DPR. Hampir semua media memberitakan tentang pernyataan kontroversial beliau terkait dengan permasalahan yang terjadi di KPK.

Kalau kita kilas balik ke peristiwa-peristiwa lampau, kita pasti akan menemukan bahwa tidak hanya sekali ini saja Marzuki Alie mengeluarkan pernyataan yang controversial. Tentu saja yang mungkin paling menghebohkan beberapa bulan yang lalu adalah ketika isu pembangunan gedung baru DPR yang menelan triliunan rupiah sedang panas-panasnya. Dan disitu, Marzuki yang notabene adalah pimpinan DPR adalah salah seorang yang sangat mendukung rencana itu, yang tentu saja menyebabkan munculnya banyak protes dan kecaman dari berbagai lapisan masyarakat.

Kembali ke masa kini, pernyataan beliau baru-baru ini tentang usulnya untuk membubarkan KPK sebagai bentuk solusi permasalahan KPK (lagi-lagi) menuai banyak kecaman. Bagaimana tidak, KPK yang dianggap oleh mayoritas masyarakat sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi yang mendarah daging di negeri ini malah oleh beliau diusulkan untuk dibubarkan. Beliau beranggapan krisis yang menerpa KPK saat ini membuat KPK lemah, dan karena KPK ‘hanyalah’ lembaga ad hoc negara (hasil bentukan pemerintahan Megawati akibat dari adanya ketumpulan kinerja pemberantasan korupsi dari tiga institusi yaitu Kepolisian, Kejaksaan dan Kehakiman), maka ketika KPK sudah tidak bisa diandalkan beliau berpendapat lebih baik dibubarkan saja dan tugas pemberantasan korupsi dikembalikan kepada tiga institusi yang disebut sebelumnya.


Tentu sebagai salah seorang warga negara, dan sebagai satu dari sekian ratus anggota DPR, beliau berhak untuk mengajukan pendapat apapun tentang kehidupan berbangsa dan akan dijamin dilindungi oleh konstitusi. Tetapi permasalahannya adalah terdapat predikat yang menempel erat pada dirinya, yaitu jabatannya sebagai Ketua DPR. Sebagai Ketua DPR tentu beliau adalah oknum yang paling disorot oleh public, dan pernyataan beliau tentang KPK ini pada nyatanya melukai cita-cita masyarakat yang menginginkan pemberantasan korupsi di Indonesia hingga bersih. Masyarakat masih mencitrakan  lembaga KPK adalah lembaga paling bersih dan minim kepentingan daripada lembaga lain, dan upaya untuk membubarkannya tentu membuat siapa saja yang sepakat akan upaya itu menjadi public enemy.

Sekali lagi, sebagai Ketua DPR saya pun menyayangkan pernyataan beliau yang terkesan ‘blak-blakan’ atau bahkan dalam bahasa yang lebih kasar dapat dikatakan ‘tidak dipikir terlebih dulu’. Ada apa dengan staf ahli beliau yang berjumlah 10 orang? Tidak adakah para pembisiknya yang memberi saran terkait pernyataan-pernyataannya? Walhasil pernyataan beliau ini merembet pada banyak hal : institusi DPR (yang dipimpinnya) semakin diragukan akan keberpihakannnya pada kepentingan rakyat dan nasional, dipertanyakannya kapasitas Marzuki Alie sebagai Ketua DPR hingga muncul upaya mosi tidak percaya terhadap dirinya, dan makin kisruhnya dunia politik Indonesia yang ujungnya bisa membuat kepercayaan rakyat pada para pemerintahnya semakin surut dan dangkal, bahkan bisa hilang.

Semoga para tokoh negeri ini dapat belajar dari sini dan benar-benar memperjuangkan kepentingan nasional.

Laksito Hedi – Penulis adalah Menteri Hubungan Luar Keluarga Mahasiswa ITB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s