Catatan Menlu : Gedung Amanat Negara, MK RI

Periode Bulan November (Part 1)

Bulan November ini saya mencoba untuk mengaktifkan lagi kegiatan kunjungan ke luar kampus. Setelah banyak agenda internal kampus yang mau tidak mau menyedot perhatian saya sebagai pribadi, rekan-rekan pejabat kabinet lain, atau para staf yang membantu saya pada bulan Oktober seperi Wisuda Oktober ITB misalnya yang begitu gegap gempita.

Minggu pertama November pada malam hari saya menyempatkan diri berangkat dari Bandung ke gedung Telkom Jakarta untuk dapat menyaksikan Debat calon Ketua Umum IA ITB. Saya memang tidak berkepentingan disana, tapi saya pikir penting untuk kita mengikuti bagaimana perjalanan Pemilu ini digelar, utamanya bagi saya adalah, menarik melihat senior-senior alumni saling berkampanye, menyerang satu sama lain dan sebagainya. Hal ini mirip sebenarnya dengan forum-forum yang biasanya diikuti mahasiswa ITB ketika di kampusnya. Apa ini memang karakter ITB? Saya tidak tahu pasti, yang jelas saya menemukan beberapa kemiripan.

Minggu ketiga November saya kembali beranjak ke Jakarta. Kali ini saya membawa misi untuk menghadirkan Ketua Mahkamah Konstitusi RI Mahfudz M. D untuk dapat berbicara pada kuliah umum Studium Generale di kampus ITB sekaligus juga untuk membuka program kerja Kemenko Eskternal, yaitu Institute of Politics and Movement KM ITB.  Sebelum ini sebenarnya saya sudah cukup intens berkomunikasi dengan pihak MK dan akhirnya mendapat respons positif berupa kesediaan Bapak Mahfudz untuk hadir di ITB. Karenanya untuk lebih memastikan segala tetek bengeknya, sekaligus hitung-hitung memenuhi keinginan untuk bisa masuk ke gedung MK RI, maka saya memutuskan untuk datang langsung ke kantor lembaga tinggi negara tersebut.

Saat pertama sampai ke gedung MK RI, kesan pertama saya adalah “wow, banyak sekali orang nongkrong di gedung tersebut”.  Kalau dilihat dari tampilan dan obrolannya, sepertinya mereka adalah massa dari ormas/pribadi/apapun yang sedang mengikuti persidangan di dalam gedung. Masuk ke gedung MK, saya langsung menyadari satu hal, dibanding dengan kantor pemerintahan yang lain, seperti kantor para Menteri atau gedung DPR/MPR, akses masuk ke gedung MK ini jauh lebih mudah. Pikir saya waktu itu, mungkin karena memang fungsi MK adalah melayani tuntutan warga negara terkait aktivitas negara yang melenceng dari konstitusi, maka wajar bila kantor ini sebegitu terbuka. Tapi kemudian saya sadar bahwa seharusnya gedung DPR/MPR bisa seterbuka ini. Faktanya adalah, orang biasa takut masuk ke lingkungan gedung DPR/MPR, dan memang orang tanpa kepentingan sangat sulit masuk ke dalam. Padahal DPR/MPR tempat aspirasi rakyat masuk lho. Entah kenapa DPR/MPR bisa lebih sulit aksesnya daripada MK.

Di dalam, saya lebih terheran lagi, banyak sekali orang tidur-tiduran di ruangan besar semacam lounge. Ada yang sembari ngobrol ngarul-ngidul dengan pakaian yang sudah terlihat kusut. Sekilas saya merasa seperti berada di balai desa, tapi dengan ruangan yang lebih mewah. Tapi hal ini yang malah membuat saya salut, karena membuat gedung pemerintahan – yang kesannya menakutkan karena sangat birokratis dan dijaga tenaga keamanan sekampung – bisa terlihat merakyat.

Tempat yang saya tuju adalah perpustakaan MK RI. Disini banyak buku-buku menarik – yang seandainya bisa – ingin saya tunjukkan ke rekan-rekan mahasiswa lain agar bisa jadi negarawan yang baik. Saya bertemu dengan Sekretaris Ketua MK ditempat ini, walau hanya sebentar. Konten yang dibicarakan tentu tidak jauh-jauh dari rencana Pak Ketua mengisi Kuliah Umum di ITB.

Tidak lama kemudian saya keluar, sembari membatin bahwa ‘Mahkamah Konstitusi RI inilah ujung tombak Republik Indonesia agar tetap berada pada rel nya dalam keberjalanannya’. Reformasi 98-lah yang menelurkan lembaga ini. Jadi bagi rekan-rekan yang ingin meminta keadilan terkait Konstitusi, jangan ragu untuk membawa kasusnya ke MK, biar kemudian para Hakim MK yang memutuskan perkara anda. Sekian dari saya. Salam hangat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s