OSKM, Sebuah Nama Sebuah Cerita (Part 1)

Hanya untuk sedikit mengenang :

OSKM, singkatan dari Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa. Acara penyambutan bagi mahasiswa yang baru masuk ke ITB. Beberapa tahun ini namanya berganti-ganti, OSKM 2006, PMB 2007, INKM 2008, PROKM 2009, INKM 2010, PROKM 2011, OSKM 2012. Menandakan betapa dinamisnya apa yang terjadi di sana sampai-sampai persoalan nama saja bisa begitu berpengaruh.

Bagi saya pribadi, OSKM punya banyak cerita. Dimulai dari saat saya jadi peserta di INKM 2008. Merasakan opening yang bikin merinding tapi memorable, diantar pulang ke kos oleh seorang swasta, sampai sedikit adu argumen dengan Aparatoriz (baca : tadis). Bagi saya, opening INKM 2008 adalah opening paling berkesan dan paling keren dari opening-opening acara serupa selama saya hidup di ITB.

Selama mengikuti INKM, saya merasa semuanya menarik. Materi-materinya, lagu-lagu kampus nya, suasana yang coba dibangun dll. Selama hidup 18 tahun (pada saat itu) saya selalu diajari tentang hal terkait ke-Indonesia-an dan misi sosial, dan saya langsung menemukan kecocokan dengan apa yang diberikan di INKM.
Sekarang loncat ke PROKM 2009. Kesan yang baik pada saat INKM punya pengaruh besar terhadap niatan saya menjadi panitia di sini. Awalnya didorong oleh banyak senior untuk masuk ke keamanan. Tapi panggilan hati berkata lain. Saya ingin junior saya merasakan apa yang saya rasakan saat menjadi peserta. Saya ingin mereka (baca : maba) menyukai dunia kemahasiswaan sebagaimana saya merasakan kesan yang hebat saat pertama menemukannya. Karena itulah kemudian saya jadi taplok.

Selain jadi taplok, saya sekaligus jadi panitia divisi hubungan lembaga, serta jadi LO untuk acara OHU. Walhasil setelah PROKM 2009, saya punya 3 kaos panitia. Keterlibatan sebagai panitia dari beberapa divisi serta juga intensitas ngobrol yang cukup banyak saat itu dengan Dikdik sang Kadiv Mamet dan beberapa panitia inti serta juga pak Ketua membuat saya merasakan keterikatan yang cukup kuat dengan acara ini.

Satu tahun kemudian, OSKM 2010. Saya bisa katakan ini adalah OSKM dengan ikatan emosional paling besar bagi saya. Dimulai dari 2 teman saya jadi calon Ketua (Dafi dan Babang). Tidak terpikirkan sebenarnya bagi saya untuk terlibat di kepanitiaan ini. Pertama saya sedang urus osjur himpunan saya, kedua ada dorongan dari beberapa orang untuk maju jadi Ketua Olimpiade KM. Toh kenyataan berkata lain, saya diajak oleh Babang selaku Kabid Acara kala itu untuk membantunya jadi staf khusus Kabid. Di sisi lain, saya tidak terpilih sebagai Ketua Olimpiade. Berhubung saya punya janji sama Herry (presiden KM saat itu) kalaupun tak terpilih sebagai Ketua Olimp akan tetap bantu program kabinetnya, maka saya pun terima ajakan Babang untuk membantunya di OSKM.

Waktu bergulir cepat, sebagai selingan bantu Babang, saya coba bantu mendiklat taplok sekalian lihat-lihat barangkali ada kader-kader potensial (dalam arti sebenarnya.hehe). Gejolak kepanitiaan naik turun, panitia inti banyak yang sakit, sampai kemudian Babang sendiri sakit. Padahal saat itu pekerjaan Kabid Acara sedang banyak-banyaknya. Akhirnya saya diminta gantikan. Jadilah saya Wakabid Acara, 3 minggu sebelum OSKM dimulai. Rapat-rapat marathon dengan LTPB, forsil yang maraton juga dengan lembaga, tuntutan dari berbagai macam pihak, adanya peristiwa meninggalnya ca medik saat pelantikan medik dll. Rundown acara tiap beberapa hari sekali ganti tergantung proses lobi yang terjadi saat rapat maupun forsil. Asyik sebenarnya, dinamis sekali, tapi sangat bikin capek. Cerita lengkap day to day nya saya mengurus acara ini ada disini

http://www.facebook.com/notes/laksito-hedi-d-n/kisah-di-balik-oskm-2010-pra-oskm/458588265329

dengan dinamisnya persiapan acara saat itu, ribut-ribut jadi hal yang biasa. Koordinasi di bawah bidang acara jadi makin sulit : Opclose-nya Alvian, Mamet-nya Asad, OHU-nya Fitoy, sampai yang paling sering jadi bahan gegeran, lapangannya Andi.

Beneran, walau banyak yang bilang OSKM (yang kemudian diubah jadi INKM namanya karena desakan pak Ahmaloka) ini adalah OSKM paling kacau setelah OSKM 2006, tapi saya bangga pernah membuat acara ini. Adegan pengusiran interaksi kelompok di hari kpertama, tidak boleh ada tugas, closing yang tiba-tiba hujan, pilihan antara ilegal dan legal. Itu sangat terekam dalam otak saya. Termasuk juga adegan-adegan mirip drama dengan orang LTPB saat cekcok. Buat peserta 2010, mungkin acara ini kurang berkesan layaknya acara serupa sebelum atau setelahnya. Tapi saya yakin untuk seluruh panitia, massa kampus dan kabinet, OSKM ini adalah fenomena yang sangat memorable karena kedinamisannya.

(Note : acara ini membuat saya dapat kaos banyak banget, semua divisi dibawah acara saya pesan kaosnya :kaos hijau Kabid, hitam pendiklat, biru tua materi metode, ungu opclose, orange OHU)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s