2 Hal Untuk Kalahkan Barca

image

Saya memposting tulisan ini hanya karena saya tak sabar menanti pertandingan Milan Barcelona besok. Mari sedikit mengira-ngira apa yang mau dilakukan Milan menghadapi tim terbaik dunia saat ini Barcelona.

Sudah banyak expertis sepakbola mengatakan “kalau anda  memainkan sepakbola anda menghadapi Barca, itu sama saja bunuh diri”. Artinya memang sulit untuk mencoba mengembangkan gaya permainan tim sendiri saat bertemu dengan tim yang selalu menguasai minimal 60% penguasaan bola. Banyak contoh pertandingan yang menunjukkan bermain sama2 terbuka melawan Barca malah membuat babak belur tim tersebut.

Jadi yang harus dilakukan apa?mencoba meramu taktik yang jadi kontra produktif nya Barca.mau tak mau tim lawan yang memang harus menyesuaikan diri dengan gaya Barca.

Ada 2 pilihan taktik untuk itu, based pada pengalaman  pertandingab yang sudah-sudah. Ya dan hanya 2 ini yang terbukti sukses.

1. Drop deeper dengan banyak pemain di belakang. Yang dilakukan biarkan musuh berbuat apa saja di wilayah lapangan ketiga. Yang penting bola tidak bisa masuk wilayah seperempat lapangan lainnya. Taktik ini tidak lama yang lalu sukses dipraktekkan Italiano Di Matteo saat semifinal UCL. Yang mana kita ketahui bersama siapa yang lolos di fase itu. Outstanding defence yang belum pernah saya lihat dilakukan oleh tim Inggris manapun sebelumnya.

Atau beberapa tahun mundur ke belakang praktek ini dilakukan Morinho di leg kedua semifinal UCL saat ia menukangi Inter. Tak tanggung-tanggung striker sayap dijadikan sebagai wing back (Etoo) — Chelsea juga melakukannya dengan Torres ditaruh di kiri –. Hasilnya Inter memang masih kalah 1-0, tapi apalah gunanya skor itu dibanding 3-1 di putaran pertama.

2. Press high. Bertarunglah di tengah, kalau perlu keraslah dengan sangat keras. Buat Barca tidak nyaman dengan kontrol bolanya — atau setidaknya gentar memegang bola terlalu lama –. Buat mereka salah passing,buat mereka tertekan. Dan di saat yang tepat, serang secara sporadis dan cepat. Hal ini sukses dilakukan Inter di leg 1 saat mereka bersua Barca di UCL 2010. Alhasil mereka mendapat 3 gol dengan pola seperti ini. Ditopang Cambiasso yang fokus jadi tukang jagal di tengah dan Etoo yang menjadi titik tumpu perpindahan fase serangnya.

Atau yang terjadi sekitar musim panas tahun kemarin. Saat Madrid menjuarai Piala Super. Mereka melakukan hal yang sama di awal-awal babak pertama hingga muncullah gol Benzema hasil kesalahan Mascherano.

Lalu dari 2 itu, yang mana yang akan dipakai Milan? Pilihan kedua mengandung resiko lebih besar. Main full pressing membutuhkan stamina yang luar biasa. Milan memang dihuni banyak pemain muda sekarang, tapi memikirkan setelah ini ada derby tentu jadi pertimbangan. Pun demikian jika melihat Madrid yang hanya bisa melakukan hal yang sama dalam tempo 30 menit saja saat Piala Super dan kemudian kelelahan, opsi ini resikonya besar.

Ditunjang dengan pertandingan yang telah lewat menunjukkan lini tengah Milan tidak fasih dalam mengubah fase dengan cepat. Transisinya kadang lelet,kadang salah umpan, kadang tidak jelas skemanya,

Jadi apa yang akan dilakukan Milan nanti? Hanya Allegri yang tahu.

One response to “2 Hal Untuk Kalahkan Barca

  1. Ping-balik: Allegri Buktikan Dia Bukan Medioker ( Milan Vs Barca Taktik) | LAKSITO HEDI·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s