Cerita Si Pengemis

Gambar

Ceritanya saya pada suatu sore ingin mengambil uang tunai di ATM Center yang terdapat di jalan Tubagus. Sampai di tempat, saya melihat seseorang yang terlihat seperti gelandangan sedang mengemis di pojokan bangunan ATM. Ini bukan kali pertama saya melihat orang ini sebenarnya, karena beberapa kali saya ke sini selalu ada orang tersebut. 

Saya yang waktu itu sedang punya waktu luang kemudian penasaran ingin mengetahui latar belakang si pengemis tersebut. Sudah jamak dan bukan rahasia umum lagi bahwa sekarang pengemis sudah menjadi profesi yang diincar banyak orang (heran ya, bukan hanya oil dan gas aja yang jadi idaman) karena secara pendapatan cukup menggiurkan. Menurut berita-berita nasional, seorang pengemis di daerah Blok M dan Kuningan Jakarta bisa mendapatkan 500 ribu s/d 1 juta per hari nya. hehe…gak usah jadi engineer dah kalau mau dapat duit 30 juta sebulan😀. (baca : http://forum.kompas.com/megapolitan/123615-pengemis-ini-memiliki-penghasilan-rp-15-juta-sebulan.html )

AKhirnya saya pun menyapa si orang tersebut. si Bapak pun kaget saya ajak mengobrol dan terlihat defensif. Agaknya sulit mengorek informasi dari orang ini. Akhirnya saya kasih suatu penawaran cukup menggiurkan untuk dia, yaitu memberikan sejumlah uang dengan nominal lumayan untuk dia asalkan dia mau menunjukkan uang yang dia dapat hari ini hasil dari mengemis.

Ini bukan pertama kalinya saya mengorek penghasilan pengemis, beberapa kali dengan isengnya saya suka bertanya hal yang sama, dan tahukah anda dari beberapa orang yang saya tanya tersebut tidak pernah ada yang menjawab bahwa pendapatannya kurang dari 50 ribu sehari, itupun kalau kondisi nya sedang sepi menurut pengakuan mereka.

Balik ke pengemis di jalan Tubagus ini. Dia pun akhirnya menujukkan recehan yang berhasil dia kupulkan seharian ini, dan setelah saya hitung dia telah mengumpulkan sebanyak hampir 100 ribu. Lalu dia pun bilang “sekarang lagi sepi mas”. Kebayang tidak kalau sepi saja bisa dapat segitu, berapakah yang didapat kalau sedang ramai? inipun tempatnya sebetulnya tidak se-strategis di perempatan jalan raya seperti Simpang Dago ataupun jembatan CIkapayang. traffic  orang lalu lalang di  ATM sini tentu jauh bila dibanding di daerah perempatan itu. Saat ditanya kenapa tidak bekerja saja, orang ini menjawab ” ngapain kerja mas, susah, capek lagi. disini saya cuma duduk bisa sambil tidur dapet duit lebih banyak lagi”,  

Jadi terbayang kan berapa pendapatan rata-rata pengemis? masih berpikir bahwa pengemis itu miskin? masih mau memberi uang ke mereka dan berharap itu dianggap sedekah? lebih baik berikan uang anda pada rumah amal atau orang yang masih mau berusaha sperti pedagang asongan ataupun pemulung.

membangun #IndonesiaKita benar-benar di tangan kita

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s