3 Alasan Mengapa Seedorf Akan Sukses di Milan

seedorf pelatih baru milan

“Perubahan harus secepatnya dilakukan, fans tidak dapat menerima permainan yang seperti ini terus”

Ucapan di atas keluar dari mulut Barbara Berlusconi sesaat setelah Milan kalah melawan tuan rumah Sasuolo 4-3 pekan lalu. Ucapan inipun akhirnya bukan hanya jadi gertak sambal belaka karena kemudian di keesokan harinya Massimiliano Allegri benar-benar dipecat dari jabatannya sebagai pelatih AC Milan.

3 hari kemudian kitapun mengetahui bersama bahwa Berlusconi dan Galliani akhirnya sepakat menunjuk mantan pemainnya sendiri Clarence Seedorf sebagai pengganti Allegri.

Publik pun bertanya-tanya. Bukankah Seedorf belum punya pengalaman melatih? Bukankah ini seperti perjudian dari Milan? Apa tidak ada sosok lain? Kenapa tidak Tassoti?

Saya mencoba merinci mengapa Seedorf bisa jadi orang yang tepat menjadi nahkoda baru Milan

Seedorf adalah mantan pemain yang berpengaruh di Milan
Bermain di Milan selama 10 tahun dan menjadi bagian inti dari skuad juara Milan tentu membuat Seedorf mengenal seluk beluk Milan dengan sangat baik. Lingkungannya, tujuannya, dan terutama value-nya sebagai tim besar. Milan DNA orang seringkali menyebutnya.

Itulah yang menyebabkan Allegri tersingkir. “Dia tidak memahami nilai dari Milan” kata Berlusconi tentang Allegri. Karena hal itu pula calon pengganti Allegri pun berasal dari lingkungan dalam mantan pemain Milan semua, Inzaghi dan Seedorf.

Seedorf pemain dengan intelejensia dan kharisma yang tinggi
Il Profesore. Itulah julukan Seedorf saat bermain. Ia dianggap pemain yang cerdas di lapangan. Mampu membaca permainan, memahami taktik dengan baik, serta mengejawantahkannya di dalam lapangan. Ia semakin dianggap pintar karena menguasai puluhan bahasa.

Ia juga dianggap sebagai pemimpin dalam grup, baik saat latihan, di ruang ganti maupun di lapangan, walaupun dia bukanlah kapten. Karismanya yang besar membuat dia mendapatkan respek dari rekannya.

“Seedorf punya segalanya untuk sukses di Milan. Kapasitas, mental, dan karakter telah ia miliki” ucap Ancelotti, mantan pelatihnya saat bermain di Milan.

Insting Berlusconi sering tepat
Saya tidak pernah meragukan insting dari seorang pengusaha, karena sepertinya kalau anda ingin sukses dalam bisnis insting anda harus kuat. Apalagi pengusahanya sekaliber Berlusconi.

Pemberitaan mengatakan bahwa dipilihnya Seedorf adalah keputusan lansung dari Berlusconi. Dan niatan ini sudah dicanangkan lama oleh Don Berlu.

Ini adalah kali ketiga Berlusconi turun tangan lansung dalam pemilihan pelatih Milan. Yang pertama adalah Arrigo Sacchi dan yang kedua adalah Fabio Capello. Dua-duanya kita kenal sebagai arsitek Dream Team Milan.

Tentu Berlusconi tidak sembarangan dalam memilih pelatih tim miliknya. “Ini bukan kali pertama Milan melakukannya. Dulu kita mengenal Sacchi dan Capello” kata Ancelotti.

Itulah tiga alasan mengapa saya melihat bahwa Seedorf akan membawa Milan kembali ke jalurnya dan bahkan di masa depan meraih hal penting. Benarkah demikian? Kita tunggu saja!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s