Ia Punya Martabat, Pemulung Itu

Sore yang terik, saat dimana saya harus mencari beberapa kardus untuk keperluan pengiriman barang saya. Saya berkeliling di jalanan untuk mencari toko-toko yang biasanya tentu menyimpan kardus bekas barang kulakan mereka.

Saat melewati sebuah jalan, saya berpapasan dengan seorang pemulung yang sepertinya sedang beristirahat dengan duduk di pinggir jalan. Pemulung ini sudah cukup sepuh, berjenis kelamin wanita, dan terlihat lelah.

Mata saya berbinar melihat barang yang dipanggul pemulung tersebut, ya, tumpukan kardus dalam sebuah karung kumal. Langsung saja saya tanya harga kardus-kardus yang dimiliki pemulung itu.

“Terserah aja, Nak” kata beliau saat ditanya.

Saya pun bingung. Akhirnya saya mengambil 3 buah kardus dan didorong rasa kasihan, saya akhirnya memberi beliau sejumlah uang yang saya tahu bernilai cukup besar untuk sekedar 3 buah kardus bekas.

“Nak, ini uangnya terlalu besar. Harganya gak sampe segitu” tolak beliau. Beberapa kali saya memaksa dan beberapa kali beliau menolak. Pada akhirnya, beliaupun menerima uang saya setelah dibujuk beberapa kali.

Apa yang beliau katakan setelah itu adalah yang paling saya ingat dari peristiwa ini.”Trimakasih, ini saya mulung sehari dari pagi juga sulit dapat uang segini, Nak” ujar beliau sembari sedikit berkaca-kaca matanya.

Saya cukup tersentak, karena sebenarnya uang yang saya beri juga nominalnya tidak sebesar uang biru apalagi uang merah Sukarno-Hatta. Di kota yang disebut kota kreatif ini, yang pembangunannya cukup ngebut, yang kotanya kuliner, kota tempat orang berjajan ria di pusat belanja besar atau cafe-cafe lucu nan menggemaskan, masih terdapat orang yang seharian bekerja hanya mendapatkan sebesar tidak sampai seharga segelas kopi bertarif paling murah di gerai kopi terkenal.

Terimakasih, Bu, hari ini saya kembali mendapat realita kehidupan. Di tengah arus modernitas yang semakin materialistis sekarang ini, saya patut bersyukur sisi kemanusiaan kita masih dihidupkan dengan bertemu orang-orang seperti beliau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s