Merdeka dan Terus Mencari Merdeka

MERDEKA! Katanya.

Telah 71 tahun negeri ini mencapai kemerdekannya sejak dikumandangkannya Proklamasi oleh dwi tunggal Sukarno dan M. Hatta. Telah lewat dialami bangsa ini berbagai macam generasi dan momen peristiwa penting, kudeta, demokrasi terpimpin, pemberontakan, pembangunan industry strategis, krisis ekonomi, reformasi, pemilu langsung dll. Beberapa diantaranya menumpahkan banyak darah. Tapi bangsa ini dapat melaluinya –tidak dengan sangat mulus- namun sukses dan bertahan hingga hari ini.

Amanat Konstitusi kita menyatakan tujuan negara adalah untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social. Pertanyaan berikutnya, sudahkah amanat itu tercapai?

Hari ini kita merayakan hari jadi Negara yang kesekian kalinya, lantang meneriakkan kata Merdeka, berhambur memasang untaian Merah Putih, dan kemudian semua itu hilang. Merdeka hanyalah kata, Indonesia Raya hanyalah syair.

Karenanya kita perlu membuka mata lebih lebar, memasang telinga lebih dalam, dan membuka hati lebih lapang, karena dimana-mana kita melihat ketidakadilan. Ketidakadilan itu niscaya, dekat dengan kita, tampak jelas di depan mata,namun seringkali luput menggoyahkan nurani.

Maka dimanakah makna Merdeka itu ada bagi mereka yang luput tersebut?

Karena Merdeka itu tentang 28,59 juta orang yang ada dalam jurang bawah garis kemiskinan. Mereka yang mungkin tidak tahu apa yang harus dimakan esok hari

Karena Merdeka itu tentang 5,97 juta kepala manusia yang sampai hari ini tidak dapat menikmati indahnya jendela pengetahuan. Ya, mereka yang naasnya masih mengalami buta aksara. Masa depan apa yang akan bisa mereka harapkan?buta.

Karena Merdeka itu tentang 7,02 juta manusia yang mungkin kepalanya sedang terbakar karena tidak dapat mengakses pekerjaan. Apa yang bisa dimakan apabila penghasilan tidak didapatkan?

Karena Janji Kemerdekaan bukanlah hanya amanat untuk Negara, tapi juga segenap elemen bangsa. Karenanya mari kita ‘Kerja Nyata’ untuk mewujudkan Kemerdekaan yang hakiki. Karena di tanahnya kita lahir, dan karena airnya kita tumbuh, tanah air Indonesia.

Merdeka itu tidak berhenti kemarin. Ia berjalan terus. Ia dibawa dalam angan, dijadikan tujuan, dan diperjuangkan. Merdeka itu tentang yang lalu, saat ini dan masa depan. Jadi sudah sampai mana Merdeka kita?

Salam,

 

Laksito Hedi

Anak Bangsa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s